Tagihan Listriknya Kartika Putri Mencapai Rp 16 Juta

Tolakamsiong – Kamis (9/7/2020), Chef Arnold Poernomo protes sebab tagihan listriknya membesar dari 2,5 juta jadi 10 juta rupiah satu bulan. Tetapi dia bukan salah satu pesohor yang syok karena tagihan listrik. Di hari yang sama, Kartika Putri menjerit.

Kartika Putri melontarkan nota protes pada Perusahaan Listrik Negara (PLN) di feature Instagram Stories berkaitan kenaikan tagihan listrik bulan ini yang capai dua digit.

BACA JUGA : Kasus Positif Covid-19 Di DKI Bertambah 344 Orang

Dalam tangkapan monitor itu tercantum jelas, Kartika Putri bayar tagihan listrik sebesar 16.964.705 rupiah. Beberapa data pribadi dalam tangkapan monitor itu menyengaja ditutup dengan posisi teks berlatar merah.

Bersama-sama tangkapan monitor itu, bintang film Nenek Gayung serta The Secret: Suster Ngesot Urban Legend menulis, “Per bulan umumnya 6-7 juta, mengapa bulan ini dapat sampai 17 juta-an, ya.”

Mengikuti jeritan hatinya, Kartika Putri membubuhkan emotikon muka berlinang air mata. Artis kelahiran Palembang, 20 Januari 1991, ini meneruskan, “Minta penuturannya ya, Bang @infopln @pln_id @pln123_official.”

Selesai meminta verifikasi pada PLN, bintang sinetron Dunia Terbalik melontar kritikan. Di Instagram Stories, Kartika Putri punya niat lakukan penghematan supaya tagihan listrik tidak melesat.

Dia mengupload gambar lampu petromaks dibarengi info, “Mulai berubah ke…” Selanjutnya gambar kipas dari anyaman bambu untuk tukar AC serta kipas angin.

“Informasi membeli kipas ini bisa?” cetusnya. Lalu Kartika Putri menempatkan gambar dispenser dengan posisi teks, “Dipasarkan.” Selanjutnya, gambar burung merpati yang menggigit surat beramplop cokelat.

Mengikuti gambar ini, Kartika Putri menulis, “Kembali pada alat komunikasi ini saja. Yang ingin hubungi saya dapat by surat yak ajang sudah tidak berani cas HP, nih.”

Sampai artikel ini diatur, PLN belum memberi respon. Diupload di account isu Instagram, keluh kesah Nyonya Usman Bin Yahya itu kebanjiran tanggapan bermacam.

“Sama sekali ini, tetapi ini mah sudah juta-an. (Saya) umumnya 300 saat ini 750 (ribu rupiah) saja engal sekali,” warganet berakun @sariiiezel menyalahkan hal sama.

Sesaat account @andriwulan mencuit, “Tuturnya yang naik-naik itu untuk nutupin yang bisa bantuan gratis, itu betul, ya? Lha terus mengapa tidak gunakan uang negara saja atau dari pajak lainnya. Gtw mikirnya bagaimana?”