Soal PSBB Jabar Asosiasi Ojol Merasa Diping-pong

Tolakamsiong – Asosiasi pengemudi ojek online( ojol) Garda Indonesia heran menimpa kebijakan pemerintah soal pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar( PSBB) di daerah Jawa Barat.

Bagi Pimpinan Presidium Garda Indonesia Igun Wicaksono, ketentuan PSBB yang terbuat Pemerintah Provinsi( Pemprov) Jawa Barat tidak jelas serta terkesan cuma formalitas.

” Aturannya yang tidak jelas terkesan cuma buat formalitas,” kata Igun melalui pesan pendek, Rabu( 6/ 5).

Kata ia itu dibuktikan dalam pelaksanaan di lapangan yang tidak cocok terpaut kelonggaran ojol yang jadi diperbolehkan mengangkat penumpang dengan ketentuan sepanjang PSBB Jabar. Ojol senantiasa tidak dapat mengangkat penumpang lantaran fitur layanan itu sudah ditutup di aplikasi penyedia jasa transportasi online.

Kelonggaran buat ojol ada pada Peraturan Gubernur Jawa Barat No 36 Tahun 2020 terpaut PSBB pada Pasal 16 ayat 7 serta 8. Kedua ayat itu mengatakan angkutan sepeda motor online ataupun berbasis aplikasi dibatasi penggunaannya cuma buat mengangkat benda, kecuali buat aktivitas yang berkaitan dengan penanggulangan penyebaran Covid- 19 serta keadaan gawat darurat kesehatan.

Baca Juga : Kominfo Respons Banyaknya Pengemis Online Kala Corona

Kendati peraturan tertata semacam itu, Dinas Perhubungan Jawa Barat dikenal sudah menghasilkan pesan edaran yang diperuntukan buat industri penyedia jasa transportasi online yang isinya memohon fitur antar penumpang ojol ditiadakan. Permintaan itu sudah dipatuhi, salah satunya oleh Gojek.

” Berkenaan dengan perihal tersebut dalam melayani konsumen di Jabar, supaya kerabat meniadakan fitur pada aplikasi jasa layanan buat mengangkat penumpang dengan sepeda motor sepanjang PSBB di Jabar,” tulis pesan edaran tersebut yang ditandatangani Kadishub Jabar Hery Antasari.

VP Region Gojek Jabar Banten Becquini Akbar melaporkan fitur antar penumpang Gojek, Goride, dinonaktifkan sepanjang PSBB Jabar, ialah 6- 19 Mei.

Bersumber pada penjelasan Igun dari penemuan anggota di Jawa Barat, Grab pula telah mematikan fitur antar penumpang di aplikasi. Perihal ini membuat para ojol tidak dapat mengangkat penumpang di daerah pelaksanaan PSBB Jabar.

” Sementara itu ya tanpa dinonaktifkan, penumpang pula sangat sedikit serta penumpang yang pakai jasa ojol pula bukan semacam hari wajar, tetapi penumpang yang dapat kegiatan sepanjang PSBB saja,” kata Igun.

Igun mengaku belum berkoordinasi baik dengan pemerintah ataupun industri aplikasi menimpa permasalahan ini.

” Ya cuma ping- pong saja umumnya pihak tersebut. Ya silih lempar saja mereka,” ucap Igun.( ryh/ fea)