Seorang Balita Tewas Terserang Ular Weling

Tolakamsiong – Seorang Balita Tewas Terserang Ular Weling. Balita berumur 4 tahun serta 4 bulan, wafat sesudah terserang toksin ular weling (Bungarus candidus) di Cirebon, Jawa Barat. Balita namanya Adila Oktavia, itu didapati sempat alami koma sepanjang lima hari sebelum pada akhirnya wafat.

Anak pasangan suami-istri yang kerja jadi pekerja bangunan serta pembantu rumah tangga itu tinggal di Jalan Desa Pamengkang, Blok Wage RT 06 RW 07 Sumur Buah, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

“Sesudah lima hari koma, semalam atau Rabu 12 Februari 2020 dipastikan wafat jam 20.00 WIB,” kata Ketua Yayasan Sioux Indonesia Aji Rachmat dalam info tercatat yang diterima CNNIndonesia. Kamis (13/2). Yayasan Sioux ialah instansi studi ular Indonesia.

Awalnya, Adila dipatuk ular weling waktu tidur, pada Jumat (8/2).

Baca Juga : Transjakarta Tambah 20 Armada Bus, KRL Cuma Sampai Manggarai

“Korban terpatuk dibagian telapak kaki saat sedang tidur. Ayahnya tahu ular ada di betis korban tetapi ular dalam kondisi lemas,” papar Aji.

Lantas, Ayah Adila menduga putrinya dipatuk di seputar betis. Tetapi tidak diketemukan pertanda gigitan atau darah di ke-2 kaki korban. Sang balita selanjutnya ditimang-timang ibunya sebab menangis kesakitan.

“Sesudah hampir 1/2 jam, baru diketahui jika ada darah serta sisa gigitan ular di telapak kaki korban,” sebut Aji.

Mengingat kurangnya pengetahuan keluarga akan perlakuan korban gigitan ular, kaki korban sempat diikat dibagian mata kaki. Kemudian dibawa ke rumah sakit paling dekat di RS Putra Bahagia.

“Seputar jam 00.30 sampai di RS Putra Bahagia langsung dirujuk ke RS Gunung Jati. Keadaan korban masih sadar tetapi di parkiran sempat muntah sekali,” katanya.

Selanjutnya korban datang di Instalasi Genting Genting (IGD) RS Gunung Jati seputar jam 01.00 WIB. Keadaan korban alami sesak napas serta dipastikan gawat.

“Jam 06.00 korban dipastikan koma. Dua jam selanjutnya dipindahkan ke Ruangan PICU serta jam 11.30 diberi serum anti dapat ular (SABU),” kata Aji.

Berkaitan terdapatnya korban gigitan ular weling yang menerpa balita sampai wafat, Aji mengharap insiden itu tidak terulang lagi.

Oleh karenanya, ia menyarankan bila kelihatan ular di seputar bagian keluarga serta ada beberapa anak yang kesakitan atau menangis karena itu asumsikan ada masalah gigitan.

“Kerjakan selekasnya pemasangan kayu atau bidai di tempat tergigit secara pas. Tidak dibolehkan untuk mengikat, merobek atau mengisap darah korban,” katanya.

Pemasangan kayu, atau benda panjang yang kaku itu supaya tidak ada gerakan makin banyak di bagian badan yang terpatuk hingga dapat ular yang masuk tidak menebar.

Be the first to comment

Leave a Reply