Selama PSBB Jabar Gojek Tutup Fitur Antar Penumpang Ojol

Tolakamsiong – Penyedia jasa transportasi berbasis aplikasi online, Gojek, memutuskan mematikan sedangkan fitur antar penumpang ojek online( ojol) di zona yang diliputi pembatasan sosial berskala besar( PSBB) Jawa Barat mulai hari ini,( 6/ 5).

PSBB Jabar sudah didetetapkan berjalan sepanjang 2 minggu, dari 6 Mei sampai 19 Mei. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memutuskan menetapkan PSBB di segala daerah Jabar buat mengatasi penyebaran virus corona( Covid- 19).

” Layanan Goride sedangkan dinonaktifkan sehingga cuma melayani non penumpang sepanjang periode PSBB,” kata Becquini Akbar, VP Region Gojek Jabar Banten, lewat pesan pendek, Rabu( 6/ 5).

Becquini berkata keputusan itu mengacu pada syarat teknis pelaksanaan PSBB Jabar yang diinformasikan Dinas Perhubungan Jawa Barat. Dia membenarkan Gojek patuh dengan syarat yang diresmikan pemerintah.

” Gojek tetap patuh pada regulasi setempat dalam rangka menunjang penangkalan penyebaran virus corona( Covid- 19),” ucap ia.

Baca Juga : Denda Maksimal Rp100 Juta Bagi Pelanggar Larangan Mudik

PSBB Jabar dikenal memiliki sedikit kelonggaran terpaut operasional ojol dibandingkan daerah lain yang telah mempraktikkan PSBB lebih dahulu.

Pada Peraturan Gubernur Jawa Barat No 36 Tahun 2020 terpaut PSBB, pada pasal 16 ayat 7 serta 8 melaporkan ojol dibatasi penggunaannya cuma buat mengangkat benda, tetapi ada pengecualian ialah diizinkan mengangkat penumpang apabila buat aktivitas yang berkaitan dengan penanggulangan penyebaran Covid- 19 serta suasana gawat darurat kesehatan.

Di Jakarta serta 4 zona Jawa Barat yang telah mempraktikkan PSBB lebih dahulu, ialah Bogor, Bekasi, Depok, serta Bandung Raya, tidak menetapkan pengecualian tersebut. Operasional antar penumpang ojol tidak diizinkan sepanjang PSBB di posisi ini yang setelah itu diiringi penutupan fitur antar penumpang pada aplikasi Gojek serta Grab.

Walaupun ojol diizinkan angkut penumpang dengan ketentuan sepanjang PSBB Jabar, pesan edaran Dinas Perhubungan Jabar memohon penyedia jasa ojol mematikan fitur layanan antar penumpang.

” Berkenaan dengan perihal tersebut dalam melayani konsumen di Jabar, supaya kerabat meniadakan fitur pada aplikasi jasa layanan buat mengangkat penumpang dengan sepeda motor sepanjang PSBB di Jabar,” demikian bunyi pesan edaran Dinas Perhubungan Jabar yang ditandatangani Kadishub Jabar Hery Antasari.

Grab Indonesia sampai dikala ini belum merespons kontak CNNIndonesia. com terpaut suasana operasional ojol sepanjang PSBB Jabar.

Asosiasi ojol Garda Indonesia sudah melaporkan mengapresiasi perizinan ojol angkut penumpang sepanjang PSBB Jabar. Kata pemimpin Garda Indonesia Igun Wicaksono PSBB Jabar dapat jadi acuan pelaksanaan di wilayah lain.

” Pastinya kami bagaikan asosiasi pula berharap kepada rekan- rekan pengemudi ojol pula bisa menunjang dengan menempuh serta patuh terhadap protokol kesehatan cocok PSBB,” ucap ia.