Satpol PP Bobol ATM Melibatkan Orang Dalam

Tolakamsiong – Satpol PP Bobol ATM Melibatkan Orang Dalam. Masalah pembobolan Bank DKI yang menyertakan 41 anggota Satpol PP menghebohkan publik waktu lalu. Banyak yang menanyakan mengenai modus yg dipakai aktor untuk dapat menarik uang di ATM tanpa ada kurangi saldo rekeningnya sedikitpun.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah mengatakan, dalam masalah pembobolan bank biasanya, tentu ada orang dalam yang menolong aktor memberikan sela untuk menjebol.

“Skema ATM itu telah prudent serta berlapis, ya, pengamanannya. Jadi asumsinya tentu ada orang dalam yang memberikan sela, ditambah lagi sampai miliaran rupiah (bobolnya),” papar Piter pada Liputan6.com di Jakarta, Senin (25/11/2019).

Piter memberikan contoh Citibank yang dahulu dijebol oleh karyawannya sendiri. Oleh karena itu, nasabah tak perlu lakukan apa pun sebab semua risiko telah jadi tanggungan bank.

“Ini risiko dari perbankan semestinya, skema pengawasan mereka harus lebih diperkokoh. Nasabah tak perlu lakukan apa pun, ini tanggung jawab bank,” paparnya.

Di lain sisi, Pengamat Perbankan Paul Sutaryono mengatakan Bank DKI harus selekasnya melakukan perbaikan skema ITnya yang lemah, sebab bila tidak langsung diperbaiki karena itu resikonya akan makin tinggi.

 

Baca Juga : KAPAL NELAYAN TENGGELAM DISAMBAR PETIR, EMPAT NELAYAN TEWAS

 

“Benar-benar jelas jika hal tersebut adalah rintangan serius buat bank itu untuk tingkatkan manajemen efek operasional di dalamnya, terhitung efek tehnologi. Jika tidak langsung diperbaiki, kekuatan efek ke depan semakin lebih tinggi.

Lanjut Paul, searah dengan hal tersebut, Standar Operational Procedure (SOP) Bank DKI harus juga direvitalisasi terus-terusan bersamaan dengan perubahan IT yang cepat. Ini supaya Bank DKI tidak tertinggal memperbaharui skema mereka hingga keamanan semakin lebih kuat.

Kepala Unit Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta, Arifin mengatakan sekarang 12 anggotanya yang disangka terjebak dalam pembobolan uang di mesin ATM Dengan media kartu ATM Bank DKI sudah dibebastugaskan.

“Semuanya telah dibebastugaskan. Itu saja,” kata Arifin waktu dihubungi, Rabu (20/11/2019).

Diluar itu ia menyebutkan 12 anggota itu terancam juga dikeluarkan jika didapati bertindak pelanggaran itu.

“Kelak jika intimidasi pada mereka, dapat dikerjakan pemecatan,” katanya.

Awalnya, Kepala Tubuh Kepegawaian Wilayah (BKD) DKI Jakarta, Chaidir menjelaskan 12 pelaku Unit Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI terancam dikeluarkan sebab disangka terjebak dalam pembobolan uang di mesin ATM Dengan media kartu ATM Bank DKI.

Ia menyebutkan 12 Satpol PP itu sekarang dengan status jadi pegawai tidak masih (PTT) atau pegawai kontrak di beberapa daerah Jakarta.

Sejauh dikerjakan proses pengerjaan sangkaan pidana, yang berkaitan harus dihentikan untuk mempermudah penyidikan selanjutnya,” kata Chaidir waktu dihubungi, Selasa (19/11/2019).

Jika Satpol PP itu dengan status pegawai masih ia mengatakan harus menanti hasil ketetapan hukum tetap atau inkrah dari pengadilan.

“Jika mereka dapat dibuktikan atas dugaan-dugaan itu, akan kami proses untuk dihentikan. Selama ini belum masuk (rekomendasinya),” katanya.

 

#Tolakamsiong

Be the first to comment

Leave a Reply