Saat Daftar Pilkada, Bawaslu Minta KPU Larang Calon Bawa Massa

Tolakamsiong – Komisioner Tubuh Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Fritz Edward Siregar minta KPU larang calon kepala wilayah bawa banyak massa waktu jalani tingkatan pendaftaran penyalonan Pemilihan kepala daerah 2020 ke kantor KPU Wilayah semasing.

Fritz mengatakan hal tersebut mempunyai tujuan untuk menahan penimbunan massa yang prospek menebarkan virus corona (Covid-19).

“Bagaimana kalau ada calon yang tiba ke KPU lakukan pendaftaran penyalonan serta bawa massa? KPU harus tegas untuk dapat pastikan calon yang tiba tidak bawa serta simpatisan,” kata Fritz dalam acara Publikasi Pemilihan kepala daerah Serempak 2020 lewat sambungan jarak jauh, Jumat (19/6).

Fritz mengatakan tidak semestinya beberapa calon calon kepala wilayah memobilisasi massa waktu langsungkan pendaftaran ke KPU waktu epidemi corona sekarang ini

Dia merekomendasikan seharusnya KPU cuma membolehkan 2 sampai tiga orang yang temani calon kepala wilayah ada untuk mendaftarkan di kantor KPU.

Baca Juga : Pesisir Utara dan Selatan Jawa, BMKG Waspadai Banjir Rob

“Itu untuk menahan penimbunan massa. ini perlu kerja sama seluruh pihak,” kata Fritz

Diketahui, tingkatan pendaftaran pasangan calon kepala wilayah dalam Pemilihan kepala daerah 2020 alan dibuka pada 4-6 September 2020.

Berdasar dari pengalaman setiap gelaran pemilu, baik calon kepala wilayah atau capres/wapres tentu mengeluarkan massa pendukungnya untuk ramai-ramai ke arah KPU saat ingin mendaftarkan.

Disamping itu, Fritz mengatakan faksinya akan buka pilihan Bawaslu untuk melakukan persidangan penuntasan perselisihan Pemilihan kepala daerah 2020 dengan cara online untuk menahan penyebaran corona.

“Serta bisa saja persidangan dengan cara online. Jika diadakan dengan cara langsung akan memerhatikan prosedur kesehatan,” katanya.

Tidak cuma sidang dengan cara online, Fritz mengatakan akan buka perlakuan laporan warga Pemilihan kepala daerah 2020 dengan cara online. Jika tidak bisa saja, Dia mengatakan barisan Bawaslu wilayah tetap menjemput bola untuk minta klarifikasi dari faksi berkaitan dengan cara langsung.

“Jika tak ada alat komunikasinya, karena itu petugas Bawaslu tiba lakukan klarifikasi langsung dengan jaga prosedur kesehatan,” katanya.