Roy Kiyoshi Divonis 5 Bulan Rehabilitasi

TolakamsiongRoy Kiyoshi divonis bersalah oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Roy diberi hukuman pidana lima bulan serta harus ikuti rehabilitasi untuk mengembalikan situasi psikologis serta sosialnya.

Keputusan Majelis hakim pada Roy Kiyoshi ini dibacakan dalam sidang yang berjalan dengan cara telekonferensi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (13/8/2020).

“Menghakimi terdakwa Roy Kiyoshi sudah dapat dibuktikan dengan cara resmi serta memberikan keyakinan bersalah lakukan tindak pidana tanpa ada hak sudah simpan narkotika kelompok empat, seperti dalam tuduhan pilihan kesatu penuntut umum,” kata Ketua Majelis Hakim Mery waktu membacakan putusannya.

 

 

BACA JUGA : Vaksin Covid-19 Ditargetkan Jokowi Bisa Dibagikan Di Awal Tahun Depan

Dalam putusannya, majelis hakim jatuhkan pidana penjara semasa lima bulan dipotong waktu penahanan semenjak terdakwa diamankan.

“Memerintah supaya terdakwa jalankan tersisa pidana dengan rehabilitasi sosial di Balai Rehabilitasi Spesial Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur, Jakarta Timur,” kata hakim.

Hakim memerintah supaya tanda bukti berbentuk 21 butir psikotropika yang diambil alih di saat Roy Kiyoshi diamankan bulan Mei 2020 lalu, untuk dihilangkan.

Dalam keputusan itu majelis hakim memperhitungkan beberapa hal yang meringan Roy Kiyoshi, yaitu terdakwa tidak pernah diberi hukuman, berlaku sopan, serta mengaku tindakannya.

Sedang hal yang memperberat, tindakan Roy tanpa ada hak sudah mempunyai serta simpan narkotika kelompok empat untuk tindakan tidak memberikan dukungan program pemerintah dalam pembasmian penyalagunaan serta peredaran gelap narkotika.

Selesai membacakan keputusan, majelis hakim bertanya respon Roy Kiyoshi dan kuasa hukumnya, serta jaksa penuntut umum (JPU).

Roy mengatakan terima keputusan majelis hakim yang semakin mudah dari tuntutan JPU, yaitu enam bulan pidana dengan ketetapan harus direhabilitasi.

“Saya terima yang mulia,” sebut Roy Kiyoshi dari monitor monitor.

Sedang Leo Simalango sebagai JPU mengatakan pikir-pikir atas keputusan majelis hakim.