Roy Kiyoshi Dituntut 6 Bulan Penjara Dan Wajib Rehabilitasi

Tolakamsiong – Jaksa penuntut umum (JPU) tuntut terdakwa Roy Kiyoshi atas masalah penyimpangan psikotropika yaitu pidana enam bulan dengan ketetapan harus jalani rehabilitasi.

Tuntutan itu dibacakan oleh JPU Leonard Simalango dalam persidangan lewat telekonferensi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu 29 Juli 2020.

BACA JUGA : Amerika Serikat dan China Memanas

Seperti dikutip Di antara, JPU mengatakan Roy Kiyoshi harus jalani pidana penjara semasa enam bulan dikurangi dengan pidana yang sudah ditempuh dengan ketetapan jalani rehabilitasi.

“Jatuhkan pidana denda pada terdakwa sejumlah Rp 10 juta dengan ketetapan jika tidak dapat dibayar maka ditukar dengan pidana kurungan semasa sebulan,” kata JPU.

Dalam pertimbangannya, hal yang memperberat Roy Kiyoshi ialah ia beli obat-obat psikotropika tanpa ada memakai resep dokter. Sedang hal yang memudahkan, tidak pernah jalani hukuman serta untuk pemakai atau pasien yang memerlukan obat-obat.

Ini ditunjukkan dalam bukti persidangan awalnya, Rabu 22 Juli yang mendatangkan dokter dari RSKO Cibubur yang mengikuti Roy Kiyoshi. Dokter itu mengatakan Roy Kiyoshi mempunyai tiga masalah kesehatan yaitu susah tidur, bipolar, serta paranoid kronis.

Roy Kiyoshi juga jalani penyembuhan ke psikiater semasa 2019. Tetapi, sebab epidemi Covid-19, Roy takut untuk ke dokter serta apotek, hingga beli obat-obat yang sempat diresepkan oleh dokter dengan cara daring tanpa ada memakai resep dokter.

Selesai dibacakan tuntutannya, Ketua Majelis Hakim Mery Patuh bertanya apa Roy Kiyoshi dengarkan tuntutan yang dibacakan oleh JPU serta bagaimana responnya.

Roy yang ikuti sidang dengan cara telekonferensi dari RSKO Cibubur, Jakarta Timur menjelaskan, dengar sidang serta akan ajukan pembelaan atau pleidoi lewat penasehat hukumnya.

Sesudah dengar respon Roy serta terima surat dari pengacara, Majelis Hakim tutup serta tunda sidang pada Rabu 5 Agustus akan datang dengan jadwal pembelaan (pleidoi).

Awalnya, JPU menuntut Roy Kiyoshi dengan Klausal 62 atau Klausal 60 Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1997 mengenai Psikotropika, diancam hukuman pidana penjara semasa lima tahun.

Roy Kurniawan (33) alias Roy Kiyoshi diamankan penyidik Satnarkoba Polres Metro Jakarta Selatan pada Rabu 6 Mei 2020 jam 17.00 WIB di rumah tinggalnya di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat.

Di saat penangkapan, petugas mendapatkan tanda bukti berbentuk 21 butir psikotropika yang dibeli oleh Roy dengan cara daring.

Polisi merasakan Roy dengan beberapa obat psikotropika diazepam (mersi) sekitar 10 butir, nitrazepam (dumolid) 7 butir, alprazolam (camlet) dua butir serta dua butir alprazolam (zypraz).

Hasil dari kontrol tes urine Roy Kiyoshi positif memiliki kandungan benzodiazepin atau psikotropika kelompok empat.

Sekarang Roy Kiyoshi sudah jalani rehabilitasi di Rumah Sakit Ketergantuangan Obat (RSKO) Cibubur, Jakarta Selatan sesudah hasil asesmen pada dianya dipastikan untuk penyalahguna yang penting direhab semenjak Kamis 14 Mei 2020.