Quique Setien Buat Lionel Messi Bekerja Lebih Keras

Tolakamsiong – Quique Setien Buat Lionel Messi Bekerja Lebih Keras.  Barcelona memutuskan mengagetkan sekaligus juga aneh sesudah menunjuk Quique Setien jadi pelatih baru. Satu ketetapan yang dapat membuat Lionel Messi harus kerja lebih keras dalam bermain.

Tiga hari sesudah kekalahan dari Atletico Madrid di semi-final Piala Super Spanyol, Senin (13/1) malam waktu ditempat, manajemen Barcelona memutuskan untuk mendepak Ernesto Valverde.

Pelatih 55 tahun itu dikeluarkan sesudah dua musim tidak berhasil bawa pulang gelar Liga Champions yang terakhir kali diambil Barcelona pada 2015. Ketetapan ini ada sesudah dalam dua hari paling akhir pemain senior Barcelona, seperti Lionel Messi serta Luis Suarez, keluarkan suport untuk Valverde.

Lihat statistik Valverde bersama dengan Barcelona, sebetulnya bekas pelatih Athletic Bilbao itu punya rekor yang tidak jelek. Dari 145 laga di semua persaingan, Valverde mendapatkan 97 kemenangan, 32 seimbang, serta 16 kali kalah.

Baca Juga : Juventus ke Puncak Klasemen Liga italia Berkat Cristiano Ronaldo

Dua gelar Liga Spanyol, satu Copa Del Rey, serta satu Piala Super Spanyol sukses dipersembahkan Valverde. Tetapi, rekor bagus serta empat gelar itu kurang buat Valverde untuk amankan urutan. Hal tersebut dapat dimengerti, sebab Barcelona salah satu club paling baik di dunia sekarang serta gelar Liga Champions ialah trofi paling prestise.

Tetapi selanjutnya penentuan Setien untuk gantikan Valverde memunculkan tanda pertanyaan besar. Manajemen Barcelona sebetulnya telah dikaitkan dengan Setien semenjak Januari 2019. Tetapi, saat itu isu itu dipandang seperti ‘angin lewat’ sebab Setien tidak memiliki catatan bagus jadi pelatih walau telah melatih di sepak bola Spanyol semenjak 2001.

Setien belum pernah rasakan gelar jadi pelatih. Salah satu gelar yang pernah dirasa pria kelahiran Santander itu ialah Piala Super Spanyol 1985 saat masih jadi pemain Atletico Madrid.

Mencuplik data Transfermarkt, reputasi Setien pun tidak keren. Setien seperti pelatih medioker. Salah satu club yang rasakan prosentase kemenangan 50 % bersama dengan pelatih 61 tahun itu ialah Racing Santander pada musim 2001/2001. Selebihnya Setien belum pernah punya prosentase kemenangan sampai 50 % di club yang dilatihnya.

Ketetapan pilih Setien termasuk aneh bila lihat penerimaan pelatih yang dikerjakan manajemen club asal Catalunya itu dalam dua dekade paling akhir. Barcelona tetap pilih di antara pelatih dengan status bintang serta berprestasi atau pelatih yang punya koneksi dengan club.

Frank Rijkaard, Pep Guardiola, Tito Vilanova, Luis Enrique tidak pernah merampas gelar jadi pelatih sebelum mengatasi Barcelona. Tetapi keempatnya memiliki koneksi dengan Barcelona, yaitu jadi bekas pemain atau jadi pelatih team B.

Sesaat Louis van Gaal, Radomir Antic, Gerarto Martino, serta Carles Rexach memiliki prestasi yang cukup impresif jadi pelatih. Dengan begitu Setien adalah penyimpangan.

Salah satu modal Setien yang kemungkinan membuat manajemen Barcelona tertarik ialah bekas pelatih Real Betis itu pengagum legenda Azulgrana Johan Cruyff dengan sepak bola keseluruhan football. Style pemain Setien yang mengutamakan perebutan bola membuat manajemen Barcelona tertarik.

“Mode permainan saya berdasar jalinan dengan bola. Bila Anda kuasai bola, tidak ada musuh yang dapat cetak gol menantang Anda, terkecuali Anda lakukan gol bunuh diri. Pemain semakin lebih nikmati sepak bola dengan bola di kaki, dibanding memburu bola,” tutur Setien.

Messi Jadi Striker Tengah?

Kedatangan Setien di Camp Nou membuat Lionel Messi berkesempatan harus bermain lebih keras di atas lapangan. Masalahnya Messi dapat kembali diminta dimainkan jadi striker tengah oleh Setien.

Setien adalah pelatih yang tetap memercayakan satu striker dalam susunan 3-4-2-1 atau 4-2-3-1. Dengan keadaan Luis Suarez diyakinkan mangkir sampai akhir musim selesai jalani operasi, karena itu pemain yang punya kesempatan terbesar jadi striker tengah ialah Messi.

Sejauh ini Messi seringkali bermain di sayap kanan bersama dengan Valverde. Tetapi, La Pulga memiliki pengalaman bermain jadi striker tengah serta hasilnya tidak menyedihkan. Peristiwa itu berlangsung pada musim 2009/2010, saat Barcelona mengambil Zlatan Ibrahimovic.

Saat itu Messi ‘terpaksa’ bermain jadi striker tengah sesudah Ibrahimovic mengklaim Pep Guardiola ingin menyingkirkannya dari scuad. Walau tidak terlatih bermain jadi striker tengah, Messi masih sukses musim itu dengan cetak 47 gol dari 53 laga.

Messi pasti harus kerja lebih keras di tersisa musim bila dimainkan jadi striker tengah. Tidak hanya sebab harus menyesuaikan tampil di urutan itu, Messi (32) tidak muda .

Pilihan lain buat Setien ialah memaksa Antoine Griezmann jadi striker tengah serta biarkan Messi bermain bebas jadi pengontrol serangan di belakang penyerang atau sayap dalam susunan 3-4-2-1 serta 4-2-3-1.

Langkah yang lebih gampang ialah Setien memaksakan manajemen Barcelona untuk beli striker tengah baru di tersisa waktu bursa transfer Januari 2020, toh begitu beresiko memaksa Messi tempati urutan yang tidak disukainya.

Di umur yang tidak muda , Messi akui lebih ingin bermain di posisi tengah, membuat kesempatan seperti Xavi Hernandez serta Andres Iniesta.

“Saya lebih merasakan jadi gelandang saat ini, pemain yang membuat serangan serta membuat kesempatan, dibanding cetak gol. Saya belajar mengatur diri dalam laga serta pilih peristiwa. Saya fikir itu menolong dengan permasalahan kecapekan,” tutur Messi pada TyC Sports.

Be the first to comment

Leave a Reply