PSSI Buat Proposal Khusus untuk Pakai Fasilitas GBK

Tolakamsiong – Direktur Penting PPK GBK (Pusat Pengelola Teritori Gelanggang olahraga Bung Karno) Winarto menyebutkan PSSI harus membuat proposal spesial untuk dapat memakai sarana latihan Tim nasional Indonesia di teritori GBK dengan gratis.

Awalnya PSSI sudah ajukan permintaan untuk memakai Lapangan ABC serta Stadion Madya dengan gratis lewat Kemenpora untuk tempat pemfokusan latihan (TC) Tim nasional Indonesia mulai Juli akan datang. Kemauan itu bersamaan dengan persiapan Tim nasional Indonesia ke arah Piala Dunia U-20 2021 akan datang.

Tetapi, Kemenpora lewat Menpora Zainuddin Amali tidak dapat memberi ketetapan sebab wewenang berada di PPK GBK untuk penanggung jawab. Kemenpora juga minta PSSI untuk melakukan komunikasi langsung dengan PPK GBK.

“Ya, kami belumlah ada apa-apa. Mereka belum mengontak kami. Kemungkinan telah contact Menpora. Tetapi Menpora belum mengontak kami. Ya, cuma pernyataan (keinginan) tetapi belumlah ada perkataan langsung,” kata Winarto, Kamis (18/6).

Baca Juga : Posisi Ronaldo di Final Coppa Italia Bukan Striker

Lanjut Winarto, agar bisa memakai sarana lapangan ABC dengan stadion Madya dengan gratis, PSSI harus ikuti ketentuan yang sudah dibikin. Serta, Winarto memberikan contoh gelaran Asian Games 2018 yang masih bayar sesuai dengan biaya yang diresmikan walau itu hubungannya dengan hajatan negara.

Diantaranya dengan ajukan proposal permintaan ke Kemenpora yang dibarengi dengan data komplet pemakai dari mulai pelatih, official, olahragawan yang akan berlatih dan waktu pemakaian sarana yang diinginkan. Nanti, Kemenpora akan keluarkan Surat Ketetapan (SK) agar PSSI dapat memakai sarana GBK dengan gratis.

“Pemakaian sarana GBK gratis itu tetap berlaku tetapi harus tentukan siapa yang turut pelatnasnya. Atletnya saja belumlah ada saat ini, yang melatih siapa, yang ingin dilatih siapa, harus jelas, serta itu belum dilaksanakan serta belumlah ada mengajukan dari PSSI.”

“Kami welcome ikuti ketentuan yang berlaku. Jika pelatnas itu sebagai wakil negara tentu Kemenpora kan memutuskan. Kita hormati. Pelatnas lainnya demikian,” ucap Winarto.

Menyikapi hal tersebut, Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi menyerahkan semua ketetapan pada pemerintah. Tetapi, dia tidak menolak bila PSSI benar-benar mengharap ada perlakuan spesial yang diberi buat Tim nasional Indonesia.

“Sebab ini bawa nama negara dan bangsa. Tetapi kami tidak dapat memaksakan ketetapan mereka. Kemauan PSSI Tim nasional TC di Stadion Madya serta Lapangan ABC. Kami berikan ke Menpora serta GBK. Kami kan sisi dari Kemenpora,” tutur Yunus Nusi.