PSBB Surabaya, Risma Usul ke Khofifah Agar Tak Di Perpanjang

Tolakamsiong – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menganjurkan ke Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa supaya tidak memperpanjang pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar( PSBB) sesi ketiga di Surabaya Raya yang berakhir esok, Senin( 8/ 6).

” Mudah- mudahan nanti kami dapat diterima usulan itu oleh Bu Gubernur, ini lagi bahas itu. Mudah- mudahan semacam itu[PSBB tidak diperpanjang],” kata Risma di Surabaya, Minggu( 7/ 6).

Risma menyebut ada beberapa pertimbangan terpaut usulan tidak memperpanjang penerapan PSBB di Kota Pahlawan ini. Salah satunya ialah sebab aspek ekonomi.

” Mudahan- mudahan[tidak diperpanjang]. Iya sebab kita tidak dapat nahan, sebab ini terdapat kasus, permasalahan ekonomi serta sebagainya, mereka[masyarakat] wajib dapat nyari makan,” ucapnya.

Baca Juga : Angkutan Umum di DKI Cuma Diisi 50 Persen Saat PSBB

Politikus PDI- Perjuangan itu takut perpanjangan PSBB di daerah Surabaya terus menjadi membagikan akibat kurang baik terhadap zona hotel, restoran, mal, sampai pertokoan.

Risma tidak mau para pegawai wajib kehabisan mata pencarian lantaran menyudahi bekerja lebih lama lagi.

” Aku takut hotel, restoran jika tidak dapat mulai dihidupkan kan mereka nanti pegawainya diberhentikan serta sebagainya. Kan sebab enggak bisa jadi membayar orang terus dalam posisi menganggur serta mereka tidak memiliki income,” kata Risma.

Walaupun demikian, Risma membenarkan grupnya senantiasa mempraktikkan protokol kesehatan bila PSBB di Surabaya tidak lagi diperpanjang. Dia menyadari kalau permasalahan positif virus corona masih terus meningkat di Surabaya sampai hari ini.

” Terus cerah protokolnya aku perinci kan, lebih kita detailkan. Nantinya jika misalnya itu dilonggarkan, PSBB dicabut, protokolnya malah lebih ketat, sebab biar kita disiplin sebab kita belum leluasa 100 persen,” ucapnya.

Lebih lanjut, Risma melaporkan protokol kesehatan yang lebih ketat ini hendak mengendalikan kegiatan warga di luar, semacam di restoran, warung ataupun tempat- tempat universal yang lain. Tidak hanya itu pula protokol di pusat perbelanjaan ataupun mal.

Tidak cuma itu, Risma pula hendak mengupayakan rapid test buat para pegawai di mal, supermarket, minimarket serta pertokoan. Perihal itu buat membenarkan kalau mereka betul- betul sehat saat sebelum melayani pelanggan.

” Nanti jika kami terdapat rapid, kami hendak prioritaskan itu, pegawai minimarket, pegawai supermarket, pegawai- pegawai toko. Jika pasar nyaris seluruh telah,” katanya.

Langkah itu, kata Risma, sama semacam yang telah dicoba oleh Gugus Tugas Percepatan Penindakan Covid- 19 Surabaya, ke para orang dagang di pasar- pasar di Kota Pahlawan.

Risma mengaku tengah berbicara dengan pemerintah pusat supaya rencana rapid test masal untuk pegawai retail sampai karyawan pusat perbelanjaan dapat lekas terealisasi.

” Kami hendak melaksanakan rapid mudah- mudahan, ini aku telah mohon ke Pak Menteri,” ucapnya.

Sampai hari ini, Minggu( 7/ 6), jumlah kumulatif permasalahan positif virus corona di Jawa Timur menggapai 5. 948. Dari jumlah itu 1. 409 orang dinyatakan sembuh serta 483 orang wafat dunia.

Sedangkan, jumlah kumulatif permasalahan positif di Surabaya per Sabtu( 6/ 6), sebanyak 2. 918 permasalahan ataupun yang paling tinggi di Jatim. Dari jumlah itu, 766 orang sembuh serta 282 wafat dunia.