Prabowo Ulas Tehnik Militer dengan Petinggi Tinggi Rusia

Tolakamsiong – Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berjumpa dengan petinggi militer Rusia untuk mengulas kerja sama militer. Dia melihat acara Victory Day untuk rayakan kemenangan Rusia menantang Nazi.

Prabowo tiba atas undangan Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoygu. Beberapa menteri pertahanan serta kepala negara dari negara lain diundang. Sebagian besar datang dari negara eks-Soviet.

BACA JUGA : Kapolri Tegaskan Negara Tak Boleh Kalah dengan Preman

 

Prabowo tidak direncanakan berjumpa Presiden Vladimir Putin, tetapi dia mengulas militer dengan Wakil Menteri Pertahanan Rusia Aleksander Vormin. Bahasan berkaitan tema umum militer.

“Tersangkut usaha kenaikan jalinan di bagian pertahanan serta kerja sama tehnik militer,” tutur Duta besar Top.

Duta besar Top malas bicara banyak saat diberi pertanyaani tentang apa Sukhoi jadi tema ulasan di antara Prabowo serta Wamenhan Rusia,

“Itu telah ongoing,” katanya singkat.

Lawatan Menhan Prabowo berjalan semasa 2 hari. Dia gagasannya pulang di hari ini. Ini ialah ke-2 kalinya Menhan Prabowo berkunjung ke Rusia dalam 1/2 tahun paling akhir.

Berdasar data Global Fire Power, Rusia adalah negara dengan militer terkuat nomor dua di dunia. Lima negara dengan militer terkuat ialah Amerika Serikat, Rusia, China, India, serta Jepang.

Seorang prajurit Indonesia disampaikan luruh saat melakukan misi perdamaian PBB.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jendral TNI Andika Perkasa menjelaskan, anggota pasukan perdamaian PBB yang luruh di Kongo adalah prajurit TNI AD.

“Itu ialah operasi yang dihandle mabes TNI, tetapi memang prajurit-prajurit kami. Yang pasti kami akan menilai serta kami ingin mendapatkan urutan yang sebetulnya,” papar Andika di Mabes TNI AD, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2020).

Menurut Andika, detil urutan bisa menjadi bahan alasan dalan penilaian kelanjutan. Hal tersebut untuk tingkatkan persiapan beberapa prajurit.

“Hingga walaupun juga kami cuma mempersiapkan personil tetapi penempatan semua dari Nabes TNI, kita dapat mempersiapkan mereka semakin siap. Hadapi kejadian yang berlangsung paling akhir ini,” jelas ia.

Menurut Andika, serangan itu memang beberapa kali sudah berlangsung. Tetapi gempuran paling baru mengonsumsi korban prajurit TNI.

“Kalau di Kongo kemungkinan yang pertama. Tetapi kan yang sebelumnya ada, berlangsung seringkali,” jelas ia.

Berkaitan santunan keluarga, sambungnya, faksinya tetap pro aktif walau operasi itu tanggung jawab dari Mabes TNI. Kecuali merangkul barisan TNI AD, ia ajak BUMN.

“Akan kita ajaklah BUMN, sama seperti yang tempo hari di saat kami ke Semarang untuk menengok keluarga korban yang jatuh heli itu ada juga perhatian dari BNI, BRI, Mandiri. Kita juga berupaya ajak mereka siapa tahu mereka masih tetap punyai kepedulian serta CSR untuk menolong keluargan korban,” Andika menandaskan.