Ponsel BM Batam Imei Tak Terdaftar Diklaim Bisa Dipakai

Tolakamsiong – Pelaksanaan ketentuan IMEI ponsel ilegal per 18 April kemudian tampaknya tidak ataupun belum efisien berlaku pada beberapa ponsel black market di Batam, Kepulauan Riau( Kepri). Ponsel- ponsel BM baru keluaran sehabis 18 April yang dijajakan di pusat penjualan di Batam nyatanya senantiasa dapat digunakan walaupun IMEI tidak terdaftar di Kementrian Komunikasi serta Informatika.

Perihal ini diakui oleh Putra( bukan nama sesungguhnya), salah seseorang orang dagang ponsel di salah satu pusat penjualan. Putra mengklaim segala benda dagangannya yang ialah benda BM senantiasa bisa digunakan serta tidak diblokir.

” Dapat kok. Banyak pula kemarin yang nanya, tetapi tidak terdapat permasalahan,” katanya.

Ia menggambarkan, penjualan ponsel BM di konternya senantiasa berjalan semacam biasa. Apalagi, sebagian waktu terakhir, pelanggannya membeli ponsel Apple seri terkini BM serta tidak menemui hambatan apapun.

Baca Juga : Berisi Malware dan Curi Data, Aplikasi VivaVideo Berbahaya

” Kemarin saya cek IMEI- nya, memanglah tidak terdaftar. Tetapi tidak terdapat permasalahan. Handphone- nya senantiasa dapat digunakan. Costumer saya beli kok,” kata Putra lagi.

Dikala disinggung terpaut asal usul ponsel yang dijajakannya, Putra mengaku ponsel BM tersebut berasal dari Singapore. Gawai tersebut ialah benda asli serta bukan rekondisi. Tidak cuma itu saja, gadget tersebut pula mempunyai garansi Singapore.

” Jika handphone- nya rusak, membawa aja ke mari. Bos kan bolak balik ke Singapore, jadi nanti handphone- nya dibawa bos. Tidak kena bayaran hanya nanti agak nunggu lah, sebab di situ kan pula antri( revisi),” ucapnya.

Putra lebih jauh mengakui, harga ponsel BM jauh lebih murah dibanding harga formal. Dia mencontohkan harga ponsel Iphone 11 Pro Max yang mempunyai selisih harga dekat Rp4 juta.

” Jika beli di mari, biayanya dekat Rp20 juta. Jika yang formal Ibox, dekat Rp24 juta. Lebih murah serta tidak terdapat permasalahan. Barangnya sama saja,” katanya.

Tidak hanya biayanya yang lebih murah, Putra pula mengaku bisa melayani pengiriman ponsel BM ke luar Batam dengan bayaran pengiriman serta pajak yang lebih murah. Apalagi, bayaran pengiriman serta pajak cuma dikenakan separuh dari bayaran pengiriman serta pajak formal yang diresmikan.

” Contoh ya, Iphone 11 Pro Max jika kirim melalui luar ataupun costumer kirim sendiri, bayaran sama pajaknya dapat Rp1 juta lebih. Jika sama kami, sangat Rp500 ribu aja, telah seluruh. Kami terdapat orang ekspedisinya. Costumer tinggal duduk santai aja. Handphone- nya dikirim hingga ke rumah,” ucap Putra.

Menjawab perihal tersebut, Kepala Dinas Kominfo Kota Batam, Azril Apriansyah berkata, ponsel BM yang senantiasa dapat digunakan sehabis pelaksanaan IMEI per 18 April cuma ponsel yang sudah aktif ataupun digunakan saat sebelum bertepatan pada tersebut.

Dikala disinggung terpaut ponsel BM yang diucap salah seseorang orang dagang senantiasa dapat digunakan walaupun IMEI tidak terdaftar, Azril mengaku perihal tersebut tidak bisa jadi.

” Hp yang telah digunakan saat sebelum pelaksanaan itu, walaupun IMEI tidak terdaftar, senantiasa dapat digunakan. Jadi tidak bisa jadi terdapat lagi produk elektronik ilegal yang tidak terdaftar dapat digunakan lagi sehabis bertepatan pada 18 April,” kata Azril.

Tetapi begitu dia menghimbau kepada warga ataupun calon pembeli supaya tidak termakan bujuk rayu orang dagang. Pembeli wajib membenarkan kalau elektronik ataupun ponsel yang dibeli sehabis pelaksanaan IMEI 18 April senantiasa dapat digunakan saat sebelum melalukan pembayaran.

” Coba yakinkan dahulu, handphone- nya senantiasa dapat digunakan dikala kartu SIM- nya telah dimasukkan. Jangan jalani pembayaran saat sebelum hp itu dapat ditentukan bisa digunakan,” kata Azril.