Polres Bangkalan Bubarkan Resepsi Pernikahan Guna Cegah Corona

Tolakamsiong – Kepolisian Resort Bangkalan, Jawa Timur, membubarkan satu resepsi perkawinan di Gedung Rato Ebhu Bangkalan demi menghindari penyebaran virus corona.

Kapolres Bangkalan, AKBP Rama Samtama Putra, berkata kalau resepsi perkawinan tercantum jenis perkumpulan ataupun kerumunan orang yang buat sedangkan sepatutnya ditiadakan demi menghindari penularan Covid- 19.

” Sebab virus corona masih mewabah, kami berharap aktivitas ini supaya tidak dilanjutkan. Ini dicoba bagaikan upaya penangkalan penyebaran virus corona yang dikala ini masih terus meluas,” kata Rama di posisi aktivitas, Rabu( 25/ 3).

Bagi Rama, imbauan tersebut di informasikan secara persuasif lewat pendekatan emosional kepada pihak penyelenggara. Dengan demikian, pihak terpaut tidak keberatan meninggalkan aktivitas tersebut.

Baca Juga : Dua Pasien di Jatim Corona Meninggal, Berusia 50 Tahun Lebih

” Pasti kali ini polisi melaksanakan imbauan secara persuasif kepada masyarakat yang menggelar acara perkawinan. Kami beri uraian serta uraian,” katanya.

Rama mengakui sudah melaksanakan koordinasi dengan pihak manajemen Gedung Rato Ebhu supaya menolak seluruh permohonan warga buat menggelar apapun yang mengaitkan massa.

” Bukan cuma di kota, polisi pula sudah melaksanakan instruksi kepada jajaran polsek di seluruh daerah buat melarang masyarakat yang melaksanakan aktivitas massal. Kita batasi. Apabila butuh, kita larang,” ucap Rama.

Rama pula mengimbau supaya warga kurangi kegiatan di luar, terlebih yang mengundang banyak orang.

Arahan ini sejalan dengan maklumat Kapolri Jenderal Pol Idham Azis supaya personelnya mulai melaksanakan penertiban orang yang masih berkumpul ataupun mengadakan kegiatan di tengah wabah virus corona.

Dengan maklumat tersebut, jajaran kepolisian di wilayah berhak menindak tiap orang yang melanggar dengan dasar 3 pasal sekalian dengan ancaman penjara optimal satu tahun, ialah Pasal 212 KUHP, Pasal 216 ayat( 1), serta Pasal 218 KUHP.

Dalam maklumat itu, aktivitas yang dilarang sepanjang virus corona masih mewabah di Indonesia di antara lain, pertemuan sosial, budaya, keagamaan serta aliran keyakinan dalam wujud seminar, lokakarya, sarasehan, serta aktivitas sejenis yang lain.

Konser musik, minggu raya, festival, bazar, pasar malam, pameran sampai resepsi keluarga, aktivitas berolahraga serta kesenian, jasa hiburan, unjuk rasa, pawai, sampai karnaval juga dilarang.

Pengecualian cuma untuk aktivitas tertentu bila dalam kondisi menekan serta tidak bisa dihindari.

Be the first to comment

Leave a Reply