Penampakan Lembaran Uang Baru Indonesia Special HUT-75 RI

Tolakamsiong – Bank Indonesia (BI) bersama-sama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan mengeluarkan uang rupiah baru. Peluncuran uang baru ini bersamaan dengan peringatan Hari Kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia.

Kepala Biro Komunikasi serta Service Info Kementerian Keuangan Rahayu Puspasari membetulkan gagasan peluncuran uang rupiah baru. Pekerjaan yang dikemas dalam acara “Peresmian Pengeluaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun Republik Indonesia” akan didatangi Gubernur BI Perry Warjiyo serta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

BACA JUGA : Vaksin Covid-19 Ditargetkan Jokowi Bisa Dibagikan Di Awal Tahun Depan

Rahayu menyebutkan peluncuran dikerjakan dengan cara virtual dalam rencana menahan penebaran covid-19. “Dengan cara Virtual, sesuai dengan undangan dari BI,” katanya.

Gagasannya, acara “Peresmian Pengeluaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun Republik Indonesia” akan dilaksanakan dengan cara live streaming.

Uang baru ini bukanlah adalah uang untuk transaksi tetapi edisi spesial untuk dikoleksi. Awalnya BI memang seringkali sudah mengeluarkan uang edisi koleksi.

Contohnya uang edisi spesial Seri 25 Tahun Kemerdekaan Indonesia, Seri perjuangan Angkatan 45, Seri Save The Children, Seri Cagar Alam, serta beberapa seri yang lain. Sayangnya, Bank Indonesia (BI) belum memberi banyak info banyak tentang nama serta topik uang baru itu.

Trending penampakan uang baru yang diedarkan untuk mengingati Hari Kemerdekaan RI yang ke-75 tahun.
Acara peluncuran uang akan dilaksanakan pada 17 Agustus 2020 jam 11.15 WIB. Tetapi sebelum dikeluarkan serta dikenalkan pada warga, penampakan disangka uang baru itu telah trending di beberapa sosial media serta aplikasi pesan singkat.

Dari gambar yang tersebar, terlihat muka disangka uang baru itu bergambar proklamator Republik Indonesia Soekarno-Hatta. Di bawah gambar proklamator itu ada gambar model transportasi yang dibanggakan warga Indonesia, yakni MRT.

Ada dua faksi yang tanda-tangani disangka uang baru itu, yakni Gubernur Bank Indonesia Perry Wajiyo serta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.