Moeldoko Ungkapkan Penanganan Pandemi Corona Tidak Sesuai Harapan Jokowi

Tolakamsiong –  Staf Kepresidenan Moeldoko mengutarakan kemarahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada beberapa menterinya karena perlakuan virus corona (Covid-19) belum sesuai keinginannya.

Jokowi meluapkan emosinya waktu sidang kabinet pleno pada Kamis, 18 Juni 2020.

BACA JUGA : Barcelona Yakin Real Madrid Akan Terpeleset Dalam Perebutan Liga

Menurutnya, Jokowi ingin beberapa menterinya kerja semakin keras pada kondisi kritis karena epidemi virus corona. Moeldoko menjelaskan Jokowi cemas beberapa menterinya masih berlaku normal di keadaan kritis. Hingga, ia memberikan perringatan.

“Presiden cemas beberapa pembantunya ada yang berasa sekarang ini keadaan normal. Karena itu diingatkan, ini peringatan beberapa kali. Peringatannya ialah ini keadaan kritis yang penting diatasi dengan cara mengagumkan,” tuturnya.

Moeldoko menjelaskan Jokowi ingin permasalahan kesehatan, sosial, serta ekonomi jadi fokus utama dalam perlakuan corona di tanah air. Tetapi, kenyataannya masih ada beberapa bagian yang masih tetap loyo, terutamanya bagian kesehatan.

Ini karena penyerapan budget di Kementerian Kesehatan baru 1,53 % dari keseluruhan Rp 75 triliun yang dianggarkan Kementerian Keuangan. Selanjutnya, permasalahan pencatatan stimulan tenaga kesehatan serta peraturan yang kelamaan.

“Beberapa hal semacam ini akan jadi penghalang menteri kerja. Tetapi satu kali lagi masalahnya bagaimana beberapa cara baru untuk strategii perlu dilaksanakan,” papar Moeldoko.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi pimpin rapat terbatas (ratas) di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (30/10/2019). Rapat terbatas pertama dengan barisan menteri Kabinet Indonesia Maju itu mengusung tema Pengutaraan Program serta Pekerjaan di Bagian Perekonomian. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Awalnya, Presiden Jokowi memberikan ancaman akan lakukan reshuffle atau pembongkaran kabinet ditengah-tengah epidemi virus corona (Covid-19). Suara bicara Jokowi berkali-kali meninggi waktu menyampaikan pidato.

Ia terlihat geram sebab lihat menterinya yang masih tetap kerja biasa saja ditengah-tengah keadaan kritis karena epidemi virus corona.

Masih dengan suara tinggi, Jokowi mengatakan akan ambil langkah tegas buat menterinya masih kerja biasa saja di waktu epidemi corona. Contohnya, lakukan reshuffle kabinet atau membuyarkan instansi.

“Beberapa langkah extraordinary ini benar-benar harus kita kerjakan. Saya buka yang namanya entahlah cara politik, entahlah beberapa langkah kepemerintahan. Akan saya membuka. Cara apa saja yang extra ordinary akan saya kerjakan. Untuk 267 juta rakyat kita. Untuk negara,” tegas Jokowi dalam video yang diupload Sekretariat Presiden, Minggu (28/6/2020).

“Bisa membuyarkan instansi. Bisa reshuffle. Sudah teringat ke mana-mana saya,” sambung Jokowi.