Mobil Membawa Rp2,9 Miliar Uang Palsu Terjaring di Pos PSBB

Tolakamsiong – Polres Tasikmalaya menghentikan upaya penyelundupan duit palsu senilai Rp2, 9 miliyar. Mobil pengangkut duit palsu itu dihentikan di Pos Pengecekan PSBB. Polisi sudah menetapkan 4 orang terdakwa asal Jakarta serta Bogor.

Kepala Bidang Humas Polda Jabar Komisaris Besar Saptono Erlangga mengatakan, duit palsu diamankan dikala melakukan Pembedahan Ketupat Lodaya di pos pengamanan Cikunir.

” Awal mulanya petugas mencurigai kendaraan berplat no Bogor yang ditumpangi 4 pelakon. Semula petugas mengira, pelakon ialah pemudik tetapi dikala digeledah nyatanya menciptakan duit palsu dalam 2 tas besar,” kata Saptono, Rabu( 13/ 5).

Benda fakta yang diamankan berbentuk 29. 600 lembar duit palsu pecahan Rp100 ribu. Walaupun tidak dapat dikategorikan dalam hitungan nominal, tetapi bila dihitung duit palsu tersebut menggapai Rp 2, 9 miliyar.

Para pelakon ialah bernama samaran MD, N, MSSP serta JUB. Bagi pengakuan, mereka terencana bawa duit palsu kepunyaan temannya bernama Erwin asal Tangerang, Banten. Duit palsu ini telah dibawa sepanjang 3 bulan dengan keliling Jawa.

Baca Juga : Penjualan Mobil Bekas Meningkat Semasa Corona

” Tujuannya bukan diedarkan melainkan buat mencari orang pintar yang dapat menyempurnakan duit palsu sampai dapat diperjual belikan. Mereka berencana menghadiri orang pintar di kawasan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya,” ucap Saptono.

Walaupun belum mengedarkan duit palsu yang dibawanya, para pelakon terjerat Pasal 36 ayat 2 UU 7/ 2011 tentang mata duit dengan ancaman 10 tahun penjara serta denda sebesar Rp10 miliyar.

Buat membenarkan duit tersebut, Saptono menyebut pihak Bank Indonesia telah mengecek duit yang dibawa pelakon pada tiap lembarnya.

Hasilnya, tingkatan keaslian benda fakta yang terdapat, pecahan duit yang diprediksi palsu ini tidak mempunyai identitas keasliannya. Semacam tidak terdapat logo Bank Indonesia, bahan serta tidak terdapat cetak mencuat dalam duit yang dibawa para pelakon.

” Aksi kepolisian yang sudah dicoba terhadap penindakan permasalahan duit palsu ini ialah mengamankan terdakwa berikut benda fakta, mengecek kesehatan terdakwa, melaksanakan pengecekan, gelar masalah dan pengembangan lebih lanjut,” ucap Saptono.