Mitos Gerhana Matahari

Tolakamsiong – Mitos Gerhana Matahari. Gerhana matahari cincin berlangsung pada Kamis (26/12). Kejadian alam gerhana matahari berlangsung saat bulan melalui antara bumi serta matahari.

Momen alam ini seringkali berlangsung di tahun 2019, serta semenjak sekian tahun kemarin. Tetapi gerhana dapat menghidupkan ketakjuban yang dalam akan berlangsungnya momen ini. Namun tidak dimungkiri jika dibalik keterangan ilmiah masalah gerhana ini, masih ada mitos-mitos yang berkembang masalah gerhana matahari. Mitos ini bukanlah cuma berlangsung di Indonesia, dan juga berkembang di penjuru dunia.

Pada CNNIndonesia.com, Ustadz Wahyul Afif Al-Ghofiqi mengutarakan jika di Indonesia pernah ada mitos jika gerhana matahari berlangsung sebab matahari dikonsumsi Buto Ijo. Diluar itu ada pula mitos yang berkembang jika ada kesialan hadir bersama dengan gerhana matahari.

“Gerhana diterangkan pada manusia jika ini ialah kekuasaan Allah melalui kejadian alam yang lain bukan lantaran beberapa hal yang mistik atau takhayul,” tuturnya.

Selain itu, di negara serta budaya yang lain punya mitos yang hampir sama.

“Bila Anda orang Yunani, sebelum mereka memahami mengenai gerhana (dengan ilmiah), mereka berpikir jika itu ialah tanda-tanda jelek. Satu tanda-tanda dari dewa jika mereka telah lakukan kekeliruan,” kata David Dearborn, astrofisikawan di Lawrence Livermore National laboratory di California diambil dari NYTimes.

“Untuk orang China, gerhana matahari dipercaya jika ada seekor naga yang mengonsumsi matahari.”

Berlainan dengan mitos di orang Indian di dataran Arapaho. Mereka lihat beberapa benda langit jadi saudara kandung. Matahari kakak lelaki serta bulan jadi saudara wanita. Saat berlangsung gerhana matahari, mereka berasumsi jika keduanya sedang berjumpa.

“Mereka bertanya-tanya apa yang dikerjakan oleh ke-2 saudara itu. Apa yang mereka kerjakan, apa mereka berhubungan seksual di langit?” kata Anthony Avenu, astronom budaya serta penulis buku In the Shadow of the Moon: The Science, Magis, and Mystery of Solar Eclipses.

Aveni mengutarakan jika dalam tiap budaya, gerhana matahari dilihat jadi interupsi kosmik. Diluar itu, gerhana diakui oleh beberapa budaya jadi pemberi tanda kiamat. Susan Milbrath, kurator seni serta arkeologi Amerika Latin di Museum Riwayat Alam Florida, mengutarakan terdapat beberapa budaya yang yakin gerhana matahari jadi tanda-tanda akhir jaman.

“Ch’orti, masyarakat asli Maya yakin jika gerhana matahari yang berjalan lebih dari sehari akan mengakibatkan akhir dunia. Arwah orang yang telah wafat akan hidp kembali serta mengonsumsi semua yang berada di bumi,” tuturnya.

Baca Juga : WACANA JOKOWI MENGGANTI GAJI BULANAN MENJADI UPAH PER JAM

Sedang suku Maya yang lain, terhitung Yucatec serta Lacandon menyambungkan gerhana dengan keruntuhan keseluruhan. Lacandon yang tinggal di negara sisi Chiapas di Meksiko mengutarakan jika gerhana matahari akan mengakibatkan bumi hancur serta jaguar akan ada dan mengonsumsi beberapa orang.

Ini dilukiskan dengan jelas dalam studi etnografi Aztec era 16 di Meksiko, The Florentine Codex. Mereka memvisualisasikan gerhana matahari dalam kondisi yang benar-benar jelas tetapi menyeramkan.

“Dengan begitu disebutkan, bila gerhana matahari usai jadi dunia akan gelap selama-lamanya. Setan-setan gelap akan turun serta mereka akan mengonsumsi golongan pria.”

Matahari yang dikonsumsi

Lauran Danly, satu orang astrofisikawan serta kurator Griffith mengutarakan jika gerhana matahari dikarenakan oleh mahluk mengerikan yang mengonsumsi matahari.

“Bulan betul-betul kelihatan seperti menggigit matahari sampai melahapnya penuh.”

Saat matahari mulai ada kembali, ini dipandang seperti matahari dimuntahkan oleh mahluk mengerikan itu.

Dalam mitos keyakinan Hindu, matahari dikonsumsi oleh iblis yang dipenggal kepalanya, Rahu. Dewa Wisnu, tangkap basah Rahu yang minum ramuan kehidupan kekal. Ia juga memangkas kepala iblis itu sebelum ramuan itu melalui tenggorokannya. Kepala Rahu juga membalas dendam pada beberapa benda langit dengan melahap matahari serta bulan. Tetapi sebab Rahu tidak memiliki badan, matahari dn bulan akan ada kembali sesudah ditelan iblis itu.

Be the first to comment

Leave a Reply