Maya Septha kebanjiran Buang ASI Satu Frezzer

Tolakamsiong – Maya Septha kebanjiran Buang ASI Satu Frezzer. Banjir yang menempa Jabodetabek sampai Banten, didapati ikut dirasa pembawa acara Maya Septha. Dianya dan ke-2 anaknya dan sang suami didapati langsung cemas, karena banjir di muka tempat tinggalnya telah sampai paha orang dewasa.

Nahasnya, ASI yang awalnya telah disimpan pembawa acara 33 tahun ini, untuk diminum sang anak, sangat terpaksa tidak dapat dipakai, karena kulkas tidak bisa dibuka. Serta dia serta keluarganya harus terpaksa bertahan dengan cuma mengonsumsi telur yang belum juga masuk ke kulkas.

“Susahnya 2020 ini dibuka pakai banjir masuk ke rumah. Itu taman rumah saya kerendem. Di muka pager sudah sepaha orang dewasa. Mobil tetangga tenggelem,” tulisnya di account Instagram.

“Kulkas di bawah kerendem jadi tidak dapat membuka. Oh ASI beku ku byebye. Hanya dapat pasrah. Serta bingung anak anakku pada makan apa ni jika tidak dapat membuka kulkas. Untung baru beli telur engga dikulkasin. Makan telur deh nih sampai surut. Surut dong. Surut dong. Surut dong,” sambungnya.

Dia ungkap, jika sepanjang hidup, dianya benar-benar belum pernah merasakan kebanjiran. Mujur ada suaminya yang pernah alami banjir sampai mampu bergerak cepat untuk amankan salah satunya mobil punya mereka ke tempat yang tambah tinggi.

Baca Juga : Angel Lelga Bongkar Cara Vicky Prasetyo Lancarkan Aksi Penipuannya

“Saya tidak pernah ngalamin kebanjiran awalnya. Suami saya dahulu sudah seringkali kebanjiran. Jadi saya tidak berhasil memahami waktu pagi-pagi bangun tidur diminta packing ngungsi sesaat saya ingin pompa asi hahahah pada akhirnya banjirnya keburu naik. Sempat pindahin mobil satu ke luar komplek. Bekasnya ya kejebak bersama kita di dalam rumah,” tuturnya.

Sepanjang rumah tinggalnya dirundung banjir, Maya Septha dan suami serta anak-anaknya didapati sangat terpaksa pindah di tempat tinggal mertuanya. Untuk ke arah tempat yang tambah tinggi, dia serta harus terlebih dulu memakai perahu karet.

amun, dia terlihat merasakan susah serta menyesal karena ASI yang telah disiapkan untuk anaknya dengan penuh perjuangan besar, harus terpaksa dibuang. Tidak tanggung-tanggung, dianya serta harus buang ASI sekitar satu freezer, karena telah ada dalam keadaan yang tidak baik untuk dikonsumsi sang anak.

“Singkat kata kita ngungsi ke mertua berbarengan ipar. Serta justru berasa seperti hari Minggu. Beberapa anak bahagia dapat main sama sepupu rame-rame. Mengucapkan syukur sorenya sudah surut serta listrik nyala. Walau rumah kotornya bukan main, lumpur semua serta banyak yang rusak serta beberapa barang harus dibuang. Tetapi mobil nyala. Kulkas nyala. ASI beku 1 freezer dibuang seember, Yaudahlah,” tuturnya.

“Rasa-rasanya seperti jatuh dari ketinggian tetapi datang di kasur. Tetep sakit tetapi gak patah tulang atau berdarah-semua. Saya serta suami mengucapkan syukur semua sehat dalam kondisi baik,” pungkasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply