Liga Inggris Liverpool Sudah Layak Jadi Juara

Tolakamsiong – Liga Inggris musim 2019/2020 ditunda untuk sementara waktu menyusul sejumlah pemain dan pelatih yang dinyatakan positif virus corona. Penundaan ini membuat Liverpool mesti harap-harap cemas soal kepastian jadi juara Liga Inggris.

“Dalam situasi yang tak terduga ini, kami bekerja bersama dengan klub, pemerintah, FA, dan EFL, memastikan bahwa kesehatan pemain, staf, dan suporter adalah prioritas utama kami,” ucap Chief Executive Premier League, Richard Masters.

Dalam pertemuan pihak Premier League dan para pemegang saham disepakati Liga Inggris ditunda hingga 3 April nanti. Liga Inggris diliburkan selama dua pekan, meski tak tertutup kemungkinan kompetisi kasta tertinggi di Inggris berakhir lebih cepat.

Baca Juga : Son Heung-min Bebas Virus Corona, Segera Kembali Berlatih Bersama Tottenham Hotspur

Hal ini dikarenakan penyebaran virus corona yang tergolong masif di Negeri Ratu Elizabeth. Mengacu data WHO, ada 594 kasus dan delapan orang meninggal dunia karena wabah corona hingga Sabtu (13/3) sore waktu setempat.

Penundaan ini membuat denyut nadi Liga Inggris terhenti. Pertanyaan pun mengemuka terkait nasib Premier League musim ini, tak terkecuali tim yang mengangkat trofi di akhir musim walau tak bisa dipungkiri Liverpool sangat layak dinobatkan sebagai juara.

Pihak Liga Inggris belum memberikan penjelasan rinci soal tim yang berhak jadi juara. Hal ini ditambah tidak adanya regulasi untuk menentukan gelar juara jika Liga Inggris dibatalkan karena situasi saat ini.

Kabar terbaru yang dilansir Telegraph, Liverpool kemungkinan besar akan dinobatkan sebagai juara apabila Liga Inggris harus berakhir prematur. Sembilan belas klub Liga Inggris disebut tidak keberatan jika anak asuh Jurgen Klopp diberikan gelar tersebut.

Di klasemen Liga Inggris, Liverpool kokoh di puncak dengan 82 poin. The Reds unggul hingga 25 poin atas Manchester City yang menempati posisi kedua.

Liverpool hanya butuh enam poin untuk mengakhiri dahaga gelar Liga Inggris yang terakhir kali diraih 30 tahun silam. Jika kompetisi tidak ditunda karena virus corona, Mohamed Salah dkk bisa juara di kandang Crystal Palace, 21 Maret.

Keunggulan poin yang sangat jauh atas Man City jadi salah satu alasan Liverpool layak jadi yang terbaik di Liga Inggris musim ini. Bahkan, di antara tim-tim yang tampil di lima liga top Eropa, tidak ada yang sehebat Liverpool.

Di ajang Serie A, Juventus yang dominan dalam delapan musim terakhir hanya unggul satu poin atas Lazio. Begitu pula di La Liga, Real Madrid hanya terpaut dua poin dari Barcelona yang nangkring di puncak klasemen.

Bayern Munchen malah terlibat persaingan sengit dengan Borussia Dortmund, RB Leipzig, dan Borussia Monchengladbach untuk meraih gelar Bundesliga. Sedangkan pemuncak klasemen Ligue 1, PSG hanya unggul 12 poin atas Marseille.

Selain karena unggul poin signifikan, Liverpool sangat konsisten di Liga Inggris. Sebelum takluk dari Watford 0-3, 29 Februari lalu, Liverpool meraih 27 kemenangan dan satu hasil imbang.

Liverpool tetap stabil saat para pesaing seperti Man City dan tim kuda hitam, Leicester City kerap tersandung di laga-laga mudah. Di musim ini, Man City sudah tujuh kali kalah dan Leicester yang diasuh Brendan Rodgers tercatat telah menelan delapan kekalahan.

Sedangkan performa Liverpool terbilang stabil. Tidak seperti musim-musim sebelumnya, Liverpool superior saat menghadapi tim-tim yang di atas kertas bisa mereka atasi.

Sejauh ini, Liverpool menyapu bersih seluruh laga kandang dengan kemenangan. Di laga tandang, Liverpool hanya dua kali tidak mampu meraih poin penuh.

Hal itu terjadi saat ditahan imbang Manchester United 1-1 di Old Trafford dan takluk 0-3 dari Watford yang membuat catatan tanpa kalah dalam 44 laga di Liga Inggris milik mereka terhenti.

Liverpool musim ini juga tetap mampu meraih hasil positif meski kerap digerogoti persoalan cedera pemain. Di awal musim, Divock Origi dan Naby Keita sudah mengalami cedera dan absen selama 20 hari.

Setelah skuat sempat komplet, giliran Alisson Becker harus absen selama dua bulan karena alasan serupa. Absennya Alisson terbukti tidak memengaruhi performa tim karena Adrian tampil cukup baik di bawah mistar.

Alex Oxlade-Chamberlain dan Xherdan Shaqiri juga sempat masuk daftar cedera meskipun mereka terbilang absen hanya dalam waktu singkat.

Masalah besar lain yang dialami Liverpool adalah cedera Fabinho selama hampir dua bulan dan Joel Matip selama tiga bulan. Cedera yang dialami Fabinho justru jadi berkah buat Chamberlain yang bisa kembali ke performa terbaik.

Sementara posisi yang ditinggalkan Matip bisa digantikan dengan baik oleh Joe Gomez yang sebelumnya juga diterpa cedera. Pertahanan Liverpool tetap kokoh dengan duet Gomez dan Virgil van Dijk di jantung pertahanan. Di musim ini, Liverpool baru kebobolan 21 gol alias yang paling sedikit dibandingkan kontestan lain.

Beberapa alasan ini yang membuat Liverpool sangat layak dinobatkan sebagai juara musim ini oleh pihak Premier League meski virus corona membuat kompetisi kasta tertinggi Inggris ini mungkin terhenti di tengah jalan.

Be the first to comment

Leave a Reply