KSAU Perkirakan Investigasi Pesawat Jatuh di Riau Berlangsung 2 Minggu

Tolakamsiong – Kepala Staf Angkatan Hawa( KSAU) Marsekal Tentara Nasional Indonesia(TNI) Fadjar Prasetyo berkata grupnya bakal melaksanakan investigasi lengkap terpaut tumbangnya pesawat tempur di Kampar, Riau. Investigasi diperkirakan berlangsung 2 minggu.

” Investigasi berlangsung 2 minggu,” kata Fadjar di Lanud Rusmin Nuryadin Pekanbaru, Riau, Senin( 15/ 6/ 2020)..

Ia berkata grupnya pula bakal mengecek ulang keadaan kesehatan pilot. Ia membenarkan pilot pesawat tersebut, Lettu Pnb Apriyanto Ismail, selamat serta lagi dirawat di Rumah sakit.

” Sehat, baik, keadaan psikis secara visual baik. Tetapi hendak dilaksanakan uji psikologi. Investigasi sangat lengkap, penerbang dicek kesehatan lagi, psikologis dites lagi, yang lain- lain, pesawat dicek regu spesial lagi,” tuturnya.

Bangkai pesawat yang jatuh dikala ini masih terletak di salah satu kawasan perumahan di Kampar, Riau. Fadjar berkata pesawat yang jatuh itu masih terletak di posisi buat keperluan investigasi.

Baca Juga : Ahli Komunikasi Urai Efek Penunjukan Dokter Reisa

” Kita masih membutuhkan posisi terakhir di sana buat investigasi,” ucapnya.

Tadinya, pesawat yang jatuh di Kampar, Riau, itu merupakan jet tempur Hawk 200. Pesawat ini didesain buat melaksanakan penyerangan ke darat.

Dikutip web Tentara Nasional Indonesia(TNI) Angkatan Hawa( Angkatan udara(AU)), diakses detikcom pada Senin( 15/ 6), Hawk 200 merupakan pesawat buatan British Aerospace( BAE), Inggris. Pesawat ini mulai bergabung dengan Tentara Nasional Indonesia(TNI) Angkatan udara(AU) semenjak 1996.

Spesifikasinya, pesawat ini bermesin Turbo Fan, 871 Adour Twin- spool. Mesin turbofan rendah ini ialah produk dari Rolls- Royce.

Pesawat tipe tersebut jatuh dikala hendak mendarat usai latihan terbang teratur. Pilot selamat sehabis memakai sofa lontar.