Kapal Vietnam Ditangkap Di Natuna

Tolakamsiong – Kapal Vietnam Ditangkap Di Natuna. Ditengah-tengah perselisihan di antara Indonesia dengan China di perairan Natuna Utara semenjak akhir tahun kemarin, Kementerian Kelautan serta Perikanan (KKP) malah tangkap tiga kapal ikan asing berbendera Vietnam di lokasi perairan itu. Penangkapan itu dikerjakan Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan serta Perikanan (Ditjen PSDKP) pada Senin, 30 Desember 2019.

Penangkapan pada kapal nelayan berbendera Vietnam itu dikerjakan Kapal Pengawas punya KKP yang terbagi dalam KP Orca 3, KP Hiu Macan 01, serta KP Hiu 011.

Dalam penangkapan ini, Dirjen PSDKP KKP lakukan pengaturan dengan faksi TNI Angkatan Laut yang dalam penangkapan itu sudah mengerahkan kapal KRI Tjiptadi-381 serta KRI Teuku Umar-385 dan Bakamla yang mengirim KN Tanjung Datu ke Laut Natuna Utara.

Mengenai Kapal Vietnam yang diamankan dalam operasi itu yaitu KG 95118 TS. Kapal ini memiliki ukuran 125 GT dengan jumlahnya awak kapal sekitar lima orang. Status beberapa awak kapal ini semuanya berwarga negara Vietnam.

Kapal ke-2 yaitu, KG 94629 TS. Kapal ini memiliki ukuran 98 GT dengan jumlahnya awak kapal 18 0rang berwarga negara Vietnam. Kapal ke-3 yaitu KG 93255 TS. Kapl ini memiliki ukuran 98 GT dengan jumlahnya awak kapal 13 orang berwarga negara Vietnam.

Baca Juga : IRAN KIBARKAN BENDERA MERAH UNTUK AMERICA SERIKAT

Dalam launching yang diterima CNNIndonesia.com, Menteri Kelautan serta Perikanan Edhy Prabowo menyebutkan waktu penangkapan berlangsung tiga kapal berbendera Vietnam ini sempat lakukan perlawanan. Kapal pengawas perikanan yang lakukan penangkapan dalam operasi itu, yaitu Kapal Orca 04 alami kerusakan yang cukup kronis karena perlawanan itu.

“Kita barusan lihat keberanian adik-adik kita ditengah-tengah laut kerjakan penangkapan illegal fishing di depan kita ada tiga kapten kapal yang memimpin penangkapan,” kata Edhy seperti diambil dari launching.

Edhy mengemukakan animo serta rasa bangga pada aparat dari Ditjen PSDKP yang sudah dengan sabar, sigap, serta tegas dalam hadapi hasutan serta perlawanan dari kapal-kapal ikan asing berbendera Vietnam itu. Dia menjelaskan, kesuksesan ini tidak terlepas dari suport serta kerja sama dari beberapa faksi.

“Yang paling jelas kami di lapangan pundak membahu dengan TNI AL, TNI AD, TNI AU, Pol Air, Bakamla yang memberi informasi semenjak tanggal 27 Desember. Memang beberapa pencuri mengagumkan. Tetapi alhamdulillah anggota kita selamat,” kata Edhy.

Selanjutnya, Edhy mengklaim jika dianya masih lakukan pembasmian kapal-kapal asing yang bersumber daya perikanan di daerah perairan Indonesia.

“Ini mudah-mudahan jadi bukti jika pemerintah tetap ada usaha menahan pencurian apa saja. Kami tetap ada. KKP tetap dibackup Pol Air, TNI AL, Bakamla. Sumber daya alam kita begitu besar hingga harus kita jaga,” kata pria yang dikenal juga jadi politisi Gerindra itu.

Edhy menjelaskan sepanjang kira-kira tiga bulan pimpin kementerian itu, KKP sudah sukses tangkap tujuh kapal asing ilegal. Kapal-kapal itu yaitu terbagi dalam satu kapal berbendera Malaysia, tiga kapal berbendera Filipina, serta tiga kapal berbendera Vietnam.

Jumlahnya ini katanya alami kenaikan dibandingkan tahun awalnya pada periode yang sama yakni di antara Oktober-Desember yang cuma tangkap tiga kapal ikan asing ilegal.

“Sampai sekarang KKP di masa saya telah responsif tujuh kapal dengan tiga insiden. Pertama di Bitung, lalu Selat Malaka, serta ke-3 ini hari. Ini semua berlangsung sebab kerja sama di lapangan dengan warga yang spontan memberi input. Melalui mana saja tidak jadi masalah, di sosmed dahulu lalu dikabarkan pun tidak apa-apa,” kata Edhy.

Be the first to comment

Leave a Reply