Jerinx SID Resmi Ditahan Atas Penceramaran Nama Baik

Tolakamsiong – Jerinx Superman Is Dead (SID) sudah diputuskan untuk terduga masalah sangkaan pencemaran nama baik. Ini adalah buntut dari laporan yang dikirimkan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Propinsi Bali.

Info ini sudah dibetulkan langsung oleh Direktur Reserse Kriminil Spesial (Reskrimsus) Polda Bali, Kombes Pol Yuliar Kus Nugroho. Jerinx SID sah ditahan di Mapolda Bali.

“Telah, ia (Jerinx) penuhi panggilan untuk terduga, sudah kita check serta tercukupi alat bukti tercukupi faktor deliknya serta kita tahan. Iya, ditahan di Polda Bali. Iya semenjak kita berlakukan ini hari,” kata Kombes Yuliar, waktu dikontak Rabu (12/8/2020).

BACA JUGA : Vaksin Covid-19 Ditargetkan Jokowi Bisa Dibagikan Di Awal Tahun Depan

Upload Jerinx SID di sosial media tanggal 13 serta 15 Juli disangka menyalahi undang-undang. Sebab alat bukti cukup, karena itu pria bertato ini juga jadi terduga.

“Selanjutnya dengan cara saksi pakar bahasa, sesungguhnya postingannya itu memunculkan satu tindakan dimana ditata dalam undang-undang, mencemarkan nama baik, mengejek, memunculkan satu rasa perseteruan,” sebut Kombes Yuliar.

Jerinx SID disampaikan sebab posting yang mengeluarkan bunyi “Dikarenakan bangga jadi kacung WHO, IDI serta Rumah sakit dengan semaunya mengharuskan kesemua orang yang akan melahirkan tes Covid-19.”

Jerinx disangka menyalahi Klausal 28 Ayat (2) Jo Klausal 45A ayat (2) serta/atau Klausal 27 ayat (3) Jo Klausal 45 ayat (3) UU Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2016 mengenai Info serta Transaksi Elektronik. (Merdeka.com)