Jalan Tol Cikampek Siap Beroperasi

Jalan Tol Cikampek Siap Beroperasi- Jalan Tol Layang Jakarta–Cikampek II Elevated selama 36,4 km. diyakinkan bisa dipakai pada musim mudik Natal 2019 serta tahun Baru 2020. Kedatangan tol ini untuk membuat lancar arus barang serta memberi dukungan pekerjaan warga lokasi metropolitan yang sekarang sangatlah padat. Menteri Pekerjaan Umum serta Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menjelaskan selesainya tol ini sangatlah dinanti oleh warga. “Khususnya sebab bisa mendukung kelancaran mobilitas angkutan logistik dari Pelabuhan Tanjung Priok ke arah lokasi industri di Cikarang, Cibitung, serta Karawang atau arus jalan raya dari Jakarta mengarah Bandung serta mengarah Tol Trans Jawa,” kata Basuki dalam info tercatat, Kamis (31/10/2019). Oleh karenanya, Tol Layang Jakarta-Cikampek II Elevated ini akan selekasnya dioperasikan akhir November 2019. Kepala Tubuh Pengatura Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit menjelaskan, pola biaya tengah diulas serta sesuai dengan biaya pada ruas tol eksisting atau dikerjakan rebalancing. “Masih kami ulas terus dengan Ditjen Bina Marga serta PT Layanan Marga (Persero) Tbk. Semoga bisa disetujui polanya sebelum Natal,” lebih Danang. Kedatangan Tol Layang Jakarta-Cikampek II Elevated akan meningkatkan kemampuan tol eksisting dan memisahkan di antara arus jalan raya jarak pendek dengan arus lalin jarak jauh.

Kendaraan arah jarak pendek akan memakai Tol Jakarta-Cikampek, sesaat kendaraan arah jarak jauh khususnya kelompok I serta II memakai Tol Layang Jakarta-Cikampek II Elevated.

Tol layang ada pas di beberapa ruas Tol Jakarta-Cikampek eksisting, melintang dari ruas Cikunir sampai Karawang Barat (Sta 9+500 s/d Sta 47+500). Pengusahaannya dikerjakan oleh Tubuh Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) yang disebut anak usaha dari PT Layanan Marga (Persero) Tbk. Project pembangunan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated adalah bentuk kerja sama operasi (KSO) di antara PT Waskita Karya (Persero) Tbk bersama dengan PT Acset Indonusa Tbk dengan ongkos konstruksi Rp 11,69 triliun.

Ada 9 Zone Konstruksi yaitu, Zone I Cikunir-Bekasi Barat selama 2,94 km., Zone II Bekasi Barat-Bekasi Timur 3,42 km., Zone III Bekasi Timur-Tambun 4,40 km., Zone IV Tambun-Cibitung 3,30 kiloneter, serta Zone V Cibitung–Cikarang Penting 4,66 km.. Selanjutnya, Zone VI Cikarang Utama-Cikarang Barat selama 1,96 kilomter, Zone VII Cikarang Barat-Cibatu 3,11 km., Zone VIII Cibatu-Cikarang Timur 3,00 km., serta Zone IX Cikarang Timur-Karawang Barat 9,58 km.. Kementerian PUPR bersama dengan Komisi Keamanan Jembatan serta Terowongan Jalan (KKJTJ) sudah lakukan serangkaian uji beban pertama pada Rabu malam (2/10/2019) di ruas KM 39. Ruas ini mempunyai bentang jembatan selama 75 mtr. dengan memakai 16 truk berbobot semasing 40 ton terbagi dalam uji statis serta dinamis. Pengujian beban ke-2 dikerjakan pada Senin malam (7/10/2019) pada Ruas KM 19. Seterusnya, pengujian beban ke-3 dikerjakan pada Selasa (15/10/2019) pada Jembatan KM 10 serta pengujian beban paling akhir pada Selasa malam (29/10/2019) pada jembatan di ruang 2 (P194 – P197) KM 22.

 

#Tolakamsiong

Be the first to comment

Leave a Reply