Green Bay Pluit Terdapat Stiker Penunggak Pajak

Tolakamsiong – Green Bay Pluit Terdapat Stiker Penunggak Pajak. Petugas Tubuh Pajak serta Retribusi Wilayah (BPRD) DKI Jakarta bersama dengan team Pengaturan serta Supervisi Mencegah Komisi Pembasmian Korupsi (KPK) waktu mengadakan peninjauan tiba-tiba melekat stiker ‘menunggak pajak’ dalam suatu mal serta restoran di lokasi Green Bay, Pluit, Jakarta Utara.

Wakil Kepala BPRD DKI Jakarta Yuandi Bayak Miko menjelaskan penempelan stiker berwarna merah itu jadi pemberi tanda jika harus pajak belum menunaikan keharusan. Katanya, bila sampai waktu tenggat pajak tidak dibayarkan karena itu institusinya akan menerbitkan surat ketentuan penagihan paksa sampai penyitaan.

“Berdasar riset administrasi nyatanya masih ada dua NOP [Nomor Objek Pajak] dibanding mal itu yang belum terbayarkan sampai sekarang, dengan nominal kira-kira seputar Rp5,4 miliar,” papar Yuandi didapati ditengah-tengah peninjauan door to door di Jakarta Utara, Rabu (5/12).

 

Baca Juga : PEMBUANG BANGKAI BABI AKAN DITANGKAP POLISI

 

“Serta kami telah pasangkan stiker jika objek itu belum berbayar serta kami harap dapat dibayarkan dalam tempo yang secepatnya hingga kami dapat membuka kembali stiker itu,” sambung ia .

Angka Rp5,4 miliar itu adalah tunggakan pajak pada 2019 yang jatuh tempo pada September kemarin. Rinciannya, pajak lokasi parkir Apartemen Green Bay sebesar Rp1,9 miliar serta Mall Baywalk sebesar Rp3,5 miliar. Sesaat beberapa tahun awalnya, pengelola tertera sudah membayarkan Pajak Bumi serta Bangunan (PBB).

Pengamatan CNNIndonesia.com, sempat berlangsung pembicaraan saat pemasangan stiker penunggak pajak itu.

“Kan barusan telah persetujuan, tak perlu ditempel,” kata salah satu orang pegawai di lokasi Green Bay.

“Saat ini kan kenyataannya memang menunggak, kelak jika telah bayar, akan kami lepas,” kata petugas.

Ditengah-tengah proses penempelan sempat berlangsung beradu opini tetapi petugas dari BPRD DKI Jakarta serta KPK masih memasangkan stiker di lobi penting Mall Baywalk Pluit.

Perwakilan dari GA HRD Public Relations lokasi Green Bay, Pramono pastikan akan selekasnya mengatur pembayaran tunggakan pajak pada Jumat (6/12) esok. Tetapi demikian dia malas memaparkan fakta kenapa faksinya menunggak pajak tahun ini.

“Info resminya saya harus membahas internal dengan sisi kami, kelak baru dapat saya berikan keterangan di media. Serta jika memang seperti yang dikatakan barusan, katakanlah, pelanggaran, kami esok akan selekasnya bayar,” papar Pramono.

Di tempat yang sama, petugas melekat stiker penunggak pajak di restoran ciri khas Jepang di Mall Baywalk. Wakil Kepala BPRD DKI Jakarta Yuandi Bayak Miko menjelaskan rata-rata pajak yang belum dibayarkan seputar Rp90-100 juta per bulan.

“Sama seperti, kami harap ada juga keharusan tiap bulannya dibanding harus pajak untuk lakukan setoran masak. Serta itu kami harap dibayarkan dengan teratur tiap bulannya,” papar Yuandi.

“Jadi kami harap yang lebih dari lima bulan tidak berbayar, dapat selekasnya dibayarkan,” lebih ia .

Waktu disuruh keterangan tentang keseluruhan bangunan yang menunggak pajak. Yuandi malas memaparkan. Dia cuma menjelaskan proses perhitungan serta penelusuran di lapangan terus dikerjakan buat mengoptimalkan penghasilan wilayah.

Yuandi juga menerangkan, periode waktu penempelan stiker penunggak pajak ini dengan setahap. Dari mulai satu sampai tiga minggu.

“Jadi ada proses serta tahapnya, mulai dipasang stiker lalu akan dikasih surat paksa. Lalu proses penyitaan lelang dan sebagainya. Step paling akhir ending penerapan ini ialah penyitaan. Sita serta lelang,” dia menerangkan.

“Semua sita lelang ini seputar 83 hari semenjak ditempelkannya stiker ini,” kata Yuandi.

 

#Tolakamsiong

2 Comments on Green Bay Pluit Terdapat Stiker Penunggak Pajak

  1. Saya kurang setuju dengan tulisan anda. Saya berharap anda bisa memperbaiki artikel yang sudah anda upload di situs kami. Terima kasih banyak untuk seluruh informasi yang anda berikan tapi untuk kebaikan kita semua, anda bisa berikan sedikit tambahan informasi dimana kegiatan yang anda lakukan.

Leave a Reply