Gedung Di Slipi Roboh Karena Rapuh

Tolakamsiong – Gedung Di Slipi Roboh Karena Rapuh. Dinas Cipta Karya, Tata Ruangan serta Pertanahan (Citata) DKI Jakarta menyangka gedung di wilayah Slipi, Jakarta Barat rubuh sebab kualitas bangunan yang jelek. Kepala Dinas Citata DKI Heru Hermawanto menerangkan faksinya tidak pernah lihat runtuhan bangunan seperti Gedung Slipi itu.

“Jika kita lihat sekilas dari ini nih kualitas bangunan ini sepertinya begitu ringkih,” kata Heru waktu dihubungi, Senin (6/1).

Menurut dia, ini dapat disaksikan dari konstruksi bangunan yang kelihatan keropos. Heru memberikan tambahan sekilas kelihatan ada beton yang mengelupas serta kerangka dari bangunannya yang kelihatan ikut amblas.

“Dari tulangannya demikian ambrolnya. Sekilas ya hasil dari ini media banyak itu, jika lihat, tulangannya sampai keluar semua,” papar ia.

Dengan tehnis, Heru mengutarakan jika Dinas Citata umumnya memeriksa bangunan dengan ambil sampel beton dari bangunan. Hasil dari penelusuran itu keadaan beton dikatakan baik hingga dikeluarkan Sertifikat Wajar Peranan (SLF).

“Pekerjaan pemerintah itu pastikan prosesnya dipenuhi. Disana ada kontraktornya ada tidak, kontraktornya harus punya data upayanya ada tidak, kan begitu. Ya jika prosedural, karena itu diedarkan izin, karena itu dengan prosedural telah,” katanya.

Heru menjelaskan penelusuran itu sesuai dengan UU Nomor 2 tahun 2017 mengenai Layanan Konstruksi. Di UU itu ada sangsi buat swasta yang dapat dibuktikan tidak memerhatikan kerangka pengawasan.

“Di undang-undang layanan konstruksi, siapa yang lakukan pengawasan, ada namanya konsultan pengawas. Karena itu si pemilik harus menunjuk konsultan pengawas. Bila tidak dapat dipakai sangsi,” jelas ia.

Heru mengatakan ke depan faksinya akan memperingatkan beberapa entrepreneur untuk lebih memerhatikan kualitas bangunan. Disadari Heru banyak pemilik yang remeh pada konstruksi bangunan empat lantai.

Baca Juga : ANIES MINTA DINKES BERIKAN KARBOL GRATIS UNTUK KORBAN BANJIR

“Pemakaian empat lantai itu terkadang disepelein. Jika gedung tinggi kemungkinan pemilik akan menunjuk lebih berhati-hati kira-kira,” papar ia.

Bila masalah ini sampai mengonsumsi korban jiwa, Heru menjelaskan polisi dapat lakukan penyidikan. Sesudahnya Dinas Citata dapat juga masuk untuk cari tahu pemicu robohnya bangunan.

“Kelak dilihat konsultannya kerja sesuai ini (ketentuan) tidak. Sebab cukup aneh sich itu bangunannya sampai depannya mengelupas besinya. Jika betonnya pekerjaan bagus tidak kemungkinan mengelupas demikian,” tutup ia.

Polisi Alihkan Lalu Lintas

Selain itu, polisi mengaplikasikan peralihan arus jalan raya di seputar tempat robohnya bangunan.

“Ada peralihan arus di seputar tempat,” kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar waktu di konfirmasi, Senin (6/1).

Dikatakan Fahri, kendaraan dari arah Jalan S Parman ke arah Tanah Abang ditutup serta diarahkan lurus ke arah Simpang Slipi. Selanjutnya, Jalan Brigjen Katamso dikerjakan penutupan. Tetapi, untuk kendaraan dari arah Tanah Abang ke arah Kemanggisan masih dapat lewat Jalan Brigjen Katamso.

Awalnya, Satu bangunan di Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Kota Bambu, Palmerah, Slipi, Jakarta Barat rubuh pada Senin (6/1).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menjelaskan kejadian bangunan rubuh itu berlangsung seputar jam 09.10 WIB.

“Semula insiden kira-kira jam 09.10 WIB gedung mulai rubuh di bagian lantai 3 selanjutnya ke lantai 2 serta lantai 1,” kata Yusri dalam infonya.

kata Yusri, tiga orang alami cedera. Dia pastikan tidak korban meninggal dalam kejadian itu. “Data sesaat korban jiwa nihil, cuma tiga orang cedera serta untuk kerugian materiil masih juga dalam proses perhitungan,” katanya.

Be the first to comment

Leave a Reply