Garuda Dapat Kelonggaran Masa Pelunasan Sukuk Rp7 T

Tolakamsiong – Maskapai nasional Garuda Indonesia kesimpulannya mendapatkan persetujuan atas proposal perpanjangan masa pelunasan sukuk global senilai 500 juta dolar AS ataupun setara Rp7 triliun( kurs Rp14. 096 per dolar Amerika Serikat) sepanjang 3 tahun. Perpanjangan dicoba terhitung semenjak waktu jatuh tempo yang semula jatuh pada 3 Juni 2020.

Cocok dengan hasil pemungutan suara pada Rapat Universal Pemegang Sukuk pada hari ini, Rabu( 10/ 6), persetujuan suara yang diberikan merupakan 90, 88 persen ataupun sebesar US$454. 391. 000 dari segala pokok sukuk.

Emiten berkode GIAA tersebut optimistis persetujuan atas Consent Solicitation perpanjangan masa pelunasan global sukuk ini dapat jadi langkah dini yang signifikan dalam upaya pemulihan kinerja industri yang dikala ini terdampak atas pandemi Covid- 19.

” Kami mengucapkan terima kasih banyak atas sokongan para sukuk holders terhadap keberlangsungan serta masa depan bisnis Garuda Indonesia di masa yang penuh tantangan ini,” ucap Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam penjelasan formal yang diterima CNNIndonesia. com Rabu( 10/ 6).

Baca Juga : Selama New Normal Aturan Boncengan Motor Berdasarkan Zona

Amati pula: Penangkap Tommy Soeharto Dinaikan Jadi Komisaris Bukit Asam

Semacam dikenal, Garuda Indonesia memohon perpanjangan jatuh tempo sepanjang minimun 3 tahun kepada pemegang sukuk global( sukuk holders) semenjak 19 Mei 2020.

Persetujuan atas proposal tersebut hendak diumumkan dalam Rapat Universal Sukuk holders yang dilaksanakan pada akhir masa grace period pada hari ini, 10 Juni 2020.

Sedangkan minggu kemudian, lewat keterbukaan data Bursa Dampak Indonesia, Direktur Keuangan serta Resiko Garuda Indonesia Fuad Rizal mengantarkan kebanyakan sukuk holder menyetujui proposal yang ditawarkan Garuda hingga batasan waktu Early Consent Fee pada 1 Juni 2020.

” Suara yang diberikan secara elektronik serta menyetujui proposal GIAA sebesar US$444. 981. 000 dari pokok certificate yang mewakili 89, 00 persen dari segala pokok certificate,” tuturnya.