Gaji 6 Bulan Atlet Dayung Belum Dibayar

Gaji 6 Bulan Atlet Dayung Belum Dibayar- Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Semua Indonesia (PB PODSI) Budiman Setiawan minta olahragawan untuk bersabar hadapi kondisi upah yang belum dibayar semenjak Juli 2019.

Budiman tidak mengingkari keadaan ini cukup mengganggu persiapan olahragawan hadapi SEA Games 2019. Tetapi, Budiman minta olahragawan bersabar hadapi keadaan ini.

“Mengganggu ya mengganggu. Tetapi ini kan cuma makan, penginapan, serta uang saku. Untuk pemfokusan latihan, try out hanya sekali yang dibantu waktu ke Korea saja sebab budget yang terbatas serta kami pahami keadaan itu,” sebut Budiman pada CNNIndonesia.com.

“Beberapa anak tidak pahami kondisi. Saya sebenarnya tidak mau permasalahan ini diulas pada media. Tetapi jika saya diberi pertanyaan, masak saya tidak jawab,” tutur Budiman.

Budiman mengaku bila olahragawan dayung yang sedang jalani pemfokusan latihan belum terima honor semenjak Juli 2019. PB PODSI sudah bekerjasama dengan Kemenpora untuk cari jalan keluar.

“Beberapa anak memanglah belum terima uang saku yang baru kami bayarkan sampai Juni. Tetapi untuk Juli akan selekasnya dibayarkan sebab kekurangan 30 % budget telah diolah serta minggu kedepan cair jadi untuk Juli dapat dibayarkan,” sebut Budiman.

Untuk tersisa pembayaran honor Agustus sampai Desember 2019, lanjut Budiman, masih juga dalam mengajukan ke Kemenpora. Budiman akui telah menghadap ke Kemenpora masalah mengajukan proposal baru itu.

“Diberi [anggaran] cuma untuk tujuh bulan, harusnya satu tahun. Kami ini kan Pelatnas tidak berhenti,” tutur Budiman.

Selain itu Sesmenpora Gatot S Dewa Broto menjelaskan sesuai dengan MoU budget pada Juni 2019, uang yang diberi Kemenpora untuk digunakan PODSI membayarkan upah olahragawan pada Juli sampai Desember 2019. Tetapi, PODSI malah memakainya untuk membayar upah Januari sampai Juni 2019.”Mengakibatkan yang bulan saat ini belum terbayar. Harusnya mereka ikuti apa yang tercantum di MoU. Semua sudah mengetahui budget terbatas. Kami telah panggil faksi PODSI untuk mengemukakan proposal agar kekurangan ini dapat dipenuhi. Jika diawalnya tidak sesuai MoU takutnya jadi penemuan. Kemenpora trauma dengan permasalahan hukum,” jelas Gatot.

Selanjutnya Gatot menjelaskan Kemenpora telah mencairkan 70 % budget pada PB PODSI. Sesaat 30 % bekasnya, kata Gatot, akan cair dalam lima hari ke depan.

Gatot malas mempersalahkan pengurus cabang olahraga sebab keterlambatan MoU yang baru dikerjakan Juni. Masalahnya cabang olahraga masih berpikir budget yang akan diberi pemerintah akan besar seperti persiapan Asian Games.

“Namanya MoU, jika yang disuruh contohnya 20, tetapi kami punyai 10, harusnya 10 itu yang dipatuhi. Terhitung kalender contohnya, bulan berapakah digunakan untuk olahragawan dan lain-lain. Jika tidak semacam itu, BPK itu telah tangkap ada kekuatan permasalahan. Ini dapat terselamatkan seandainya di proposal baru ini ada yang namanya adendum,” sebut Gatot.

Selain itu olahragawan dayung nasional Romdon memandang upah yang tertunggak sepanjang lima bulan paling akhir ialah hak olahragawan.

“Jangankan lima bulan, orang yang kerja dimana juga jika satu bulan upahnya terlambat saja teriak, ditambah lagi ini lima bulan. Olahragawan ini tiap hari latihan, lelah. Perlu hiburan bikin tonton youtube gunakan paket,” sebut Romdon.

Romdon sebagai wakil beberapa olahragawan dayung mengharap pemerintah dapat selekasnya dengarkan keluhan mereka serta selekasnya membayarkan upah yang tertunggak lima bulan paling akhir.

“Paling tidak jika telah dibayar kan dapat untuk kami menjadi tambah semangat sebab ini telah sedikit mendekati SEA Games. Sampai kini cuma dijanjikan tiap bulan, bilangnya jika tidak Senin ya Jumat. Tetapi tidak cair-cair sampai saat ini,” sebut Romdon.

 

#tolakamsiong

Be the first to comment

Leave a Reply