Diduga Sebar Hoaks Corona, Ibu Rumah Tangga Ditangkap Polisi

Tolakamsiong – Direktorat Reserse Kriminal Spesial Polda Jawa Timur( Jatim) meringkus seseorang bunda rumah tangga asal Wonokusumo, Surabaya, bernama samaran NF( 26), yang diprediksi menyebarkan berita bohong ataupun hoaks terpaut virus corona.

Wanita berumur 27 tahun tersebut ditangkap di kediamannya, Jalur Wonokusumo, Surabaya, Minggu( 9/ 3). Penangkapan dicoba usai Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim, melaksanakan patroli siber.

” Kami mengamankan terdakwa hoaks nama samaran NF, masyarakat Kota Surabaya, Wonokusumo, menyebarkan isu Covid- 19 meresahkan warga,” ucap Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda, Senin( 9/ 3).

Truno menyebut, NF diamankan lantaran sudah menyebarkan berita hoaks lewat account media sosial Facebook- nya.

Baca Juga : Pendeta di Surabaya Ditangkap Polisi, Diduga Cabuli Jemaat

Dalam account tersebut dia menuliskan kalau penderita virus corona tengah dirawat di RSUD dokter Soetomo, Surabaya.

” Penderita virus corona suda terdapat di RSUD SOETOMO sby. Smoga kita smua sllu dim lindungan Allah. Serta sllu jaga kesehatan dolor2..,” tulis account tersebut.

Bersumber pada penelusuran serta konfirmasi pihak rumah sakit yang didapatkan kepolisian, penderita tersebut merupakan pengidap sakit paru- paru biasa. Walhasil, data yang disebar NF pernah membuat masyarakat Surabaya resah.

” Terdakwa ini menyebarkan kabar yang pada dikala penindakan sakitnya korban paru- paru,” katanya.

Kendati demikian, polisi belum menahan terdakwa. Truno berkata dikala ini penyidik masih melaksanakan pendalaman terlebih dulu dalam permasalahannya. Karena terdakwa mengaku menemukan data tersebut dari orang lain.

” Masih penyelidikan Ditreskrimsus. Sepanjang ini masih proses pengecekan,” katanya.

Sedangkan itu, terdakwa NF mengaku menemukan data penderita suspect virus corona di RSUD dokter. Soetomo dari tim WhatsApp yang beranggotakan wali murid suatu sekolah. Sayangnya dia tidak membeberkan penyebar data tersebut awal kali.

” Dari tim sekolah, wali murid sekolah, kurang ketahui[penyebar pertama] kan wali murid banyak,” kata NF.

Terdakwa juga mengaku menyesali perbuatannya tersebut. Dia memohon maaf secara terbuka sebab sudah meresahkan warga luas terpaut hoaks yang disebarkannya.

Be the first to comment

Leave a Reply