Di Makassar Satpol PP Tutup Paksa Toko Saat PSBB

Tolakamsiong – Satuan Polisi Pamong Praja Makassar, Sulawesi Selatan menutup paksa beberapa toko non 9 bahan pokok yang masih nakal membuka usahanya pada dikala pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar( PSBB) COVID- 19 Sabtu( 25/ 4) ini.

Toko yang terpaksa ditutup paksa tersebut antara lain menjual aksesori ponsel, perlengkapan perlengkapan tulis serta kantor dan toko peralatan listrik.

Kepala Satpol PP Makassar Iman Hud menegaskan grupnya memanglah tidak berikan toleransi kepada pengusaha non bahan pokok yang memforsir buka di tengah pemberlakuan PSBB.

” Intinya, toko ataupun aktivitas yang tidak masuk dalam ketentuan PSBB kami eksekusi, owner toko pula diberikan peringatan tegas. Jika masih membandel, kami proses hukum. Kami telah memiliki dasar hukum buat penindakan untuk pelanggar,” katanya semacam dilansir dari Antara, Sabtu( 25/ 4).

Baca Juga : PPDB SMA dan SMK di Sumut Digelar Daring

Tidak hanya memforsir toko tutup, dalam penerapan PSBB tersebut grupnya pula melindungi ketat perbatasan masuk ke Makassar. Penjagaan dicoba dengan mengaitkan regu gabungan.

Apalagi, Damkar tidak segan- segan menyemprotkan air di kerumunan masyarakat yang masih berkumpul- kumpul dikala pembedahan di Jalur Tinumbu Makassar, Kecamatan Ujungtanah.

” Pembubaran paksa tersebut bagian dari penindakan tegas dalam penerapan PSBB,” katanya menegaskan.

Tidak hanya itu, petugas pula mengantarkan imbauan buat tidak berkumpul serta melakukan salat Tarawih di rumah saja buat sedangkan waktu hingga penyebaran virus corona baru ini berakhir.

Iman berharap warga bisa patuh serta melaksanakan beberapa ketentuan sepanjang penerapan PSBB, dan penegakan physical distancing.” Sesungguhnya bisa jadi kita sangat banyak( terpapar corona). Banyak orang tanpa indikasi, sehat, namun bawa serta menyebar virus sebab imunnya kokoh. Metode mengatasinya melalui physical distancing, menjauhi kerumuman, semacam di pusat keramaian serta toko,” katanya.

Iman mengatakan cuma sebagian warga belum mengerti soal ketentuan PSBB. Hendak namun, bisa jadi dengan penindakan ini warga hendak mengerti. Sangat parah merupakan pengusaha yang ketahui ketentuan namun masih terencana melanggar demi meraup keuntungan di tengah bencana.

Sedangkan itu, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVIFlD- 19 Kota Makassar Ismail Hajiali menegaskan kalau warga wajib siuman hendak berartinya pelaksanaan PSBB.

Pemerintah sesungguhnya senantiasa berupaya mengantarkan kepada warga kalau pelaksanaan PSBB ini demi kepentingan bersama supaya dapat memutus mata rantai penyebaran corona.

” Hingga dari itu, terdapat penindakan tegas terhadap yang melanggar. Misalnya, kendaraan bawa penumpang diturunkan serta toko nonsembako ditutup paksa. Maksudnya, jika ini terus dicoba, pasti kita dapat menekan serta mematikan laju penyebarannya,” ucap Ismail.