Depok Akan Perpanjang PSBB Tiga Hari Sampai 29 Mei

Tolakamsiong – Pemerintah Kota( Pemkot) Depok formal memperpanjang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar( PSBB) sepanjang 3 hari sampai Jumat( 29/ 5) mendatang.

Perpanjangan tersebut tertuang dalam Peraturan Walikota Depok No 443/ 217/ Kpts/ Dinkes/ Huk/ 2020 tentang Perpanjangan PSBB dalam rangka Percepatan Penanggulangan Covid- 19.

” Yang diputuskan perpanjangan sampai bertepatan pada 29 Mei 2020,” ucap Wali Kota Depok, Mohammad Idris dalam keterangannya, Selasa( 26/ 5) malam.

PSBB sesi III di Kota Depok tadinya berakhir pada Selasa( 26/ 5) kemudian bertepatan dengan berakhirnya PSBB di Jawa Barat, semenjak diperpanjang pada 11 Mei kemudian. Sampai 29 Mei mendatang, perpanjangan berlaku buat seluruh daerah di Jawa Barat, tercantum di dalamnya daerah Bogor, Depok, serta Bekasi.

” Diputuskan PSBB Wilayah Jawa Barat dilanjutkan hingga dengan bertepatan pada 29 Mei 2020, tercantum didalamnya PSBB Bodebek,” ucap Idris.+

Baca Juga : Pemerintah Sebut Belum Ada Daerah Siap Untuk New Normal

Sedangkan itu, Idris berkata grupnya dikala ini masih berkoordinasi dengan jajarannya terpaut upaya penindakan Covid- 19 di Kota Depok usai

PSBB berakhir pada 29 Mei mendatang.

Sebagian perihal yang dikala ini tengah dikaji itu antara lain, aspek kesehatan dengan menganalisis informasi statistik permasalahan, tercantum sisi yang lain paling utama ekonomi, sosial budaya, tingkatan ketertiban masyarakat.

” Saat sebelum bertepatan pada 29 Mei 2020 kami Forkopimda hendak melakukan rapat buat mangulas kebijakan ini, serta pada peluang awal hendak lekas di informasikan kebijakan yang hendak diambil oleh Kota Depok,” kata Idris.

Sampai saat ini, Depok terus mencatat lonjakan jumlah permasalahan Covid- 19, baik itu jumlah positif, Penderita dalam Pengawasan( PDP), Orang dalam Pemantauan( ODP), Orang Tanpa Indikasi( OTG), jumlah permasalahan wafat, serta sembuh.

Informasi terakhir per Selasa( 26/ 5), jumlah permasalahan positif di Kota Depok sudah menggapai angka 535 permasalahan, meningkat 21 dari hari tadinya. Idris melaporkan jumlah itu didapat melalui rapid test dilanjut, dengan Swab di Labkesda serta PCR di Laboratorium RSUI sebanyak 12 orang.

” Serta 9 orang lagi infomasi permasalahan yang berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta,” kata ia.

Sebaliknya, sampai hari yang sama Pemkot Depok mencatat nihil akumulasi buat jumlah permasalahan wafat, serta masih terletak di angka 21 permasalahan. Akumulasi terjalin pada jumlah permasalahan sembuh sebanyak 128, meningkat 10 semenjak satu hari tadinya.