Demo Buruh Tolak Kenaikan Iuran BPJS Omnibus

Tolakamsiong – Demo Buruh Tolak Kenaikan Iuran BPJS Omnibus. Demonstrasi buruh menampik RUU Omnibus Law serta kenaikan pungutan BPJS Kesehatan di muka Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (20/1). Ada enam fakta barisan buruh menampik Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja atau yang mereka ucap jadi ‘Cilaka’.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menjelaskan yang pertama, Omnibus Law itu dalam praktiknya di kuatirkan akan hilangkan gaji minimal buat buruh.

“Pengenalan gaji /jam akan menyebabkan gaji minimal akan terdegredasi serta hilang. Buruh akan dihitung /jam dalam jam kerjanya. Jika ia kerja pada sebuah tidak cuma 2 minggu, karena itu bisa diyakinkan gajinya cuma sepertiga atau tertinggi 1/2 dari nilai gaji minimal yang berlaku di satu wilayah khusus,” katanya, Senin (20/1).

Setelah itu, dia mencemaskan RUU ini akan menyebabkan hilangnya pesangon, melepaskan buruh kontrak dan pindah daya (outsoursing), memudahkan masuknya tenaga kerja asing, hilangkan agunan sosial, serta hilangkan sangsi pidana buat entrepreneur.

“Lewat kesempatan kali ini kami minta DPR untuk menggagalkan Omnibus law cipta lapangan kerja. Terutamanya keterikatannya dengan ketenagakerjaan, sebab membuat hari esok pekerja, calon pekerja yang akan masuk dunia kerja tanpa ada perlindungan,” katanya.

Baca Juga : JARI KAKI DIGIGIT TIKUS DI BIOSKOP XXI SUMMARECON TANGERANG

Meskipun begitu, Said sepakat dengan yang dikatakan Presiden Jokowi yakni mengundang investasi hingga terbuka lapangan kerja. Tetapi faksinya tidak sepakat saat investasi masuk, tidak ada perlindungan buat golongan buruh.

Sesaat berkaitan BPJS kesehatan, ia memandang sebaiknya pemerintah memperhitungkan lebih dulu sebelum meningkatkan iurannya. Dia menjelaskan faksinya akan mengadakan demonstrasi yang semakin besar bila tuntutan menggagalkan kenaikan pungutan BPJS Kesehatan tidak dikerjakan.

“Mengenai BPJS kelas 3, kami cuma satu, telah ada loyalitas dengan DPR. Mengapa itu dibohongi, harusnya kelas 3 tidak naik,” kata Said.

Massa buruh dari beberapa komponen bergabung di muka Kompleks Parlemen, Jakarta, untuk mengadakan demonstrasi menampik RU Omnibus Law semenjak pagi. Mereka masih bertahan tindakan walau hujan lebat turun di lokasi Senayan.

Be the first to comment

Leave a Reply