Asrama Kemdikbud, 18 Ribu Tempat Tidur Siap Jadi Karantina

BEIJING, Feb. 5, 2020 -- Patients infected with the novel coronavirus are seen at a makeshift hospital converted from an exhibition center in Wuhan, central China's Hubei Province, Feb. 5, 2020. TO GO WITH "Virus-hit Wuhan speeds up diagnosis of patients" (Photo by Xiong Qi/Xinhua via Getty) (Xinhua/Xiong Qi via Getty Images)

Tolakamsiong – Departemen Pembelajaran serta Kebudayaan( Kemendikbud) mempersiapkan bangunan asrama di dasar naungannya buat dialihfungsikan jadi tempat karantina penderita virus corona covid- 19.

Plt. Direktur Jenderal Pembelajaran Besar Kemendikbud Nizam berkata grupnya bakal mengerahkan asrama Lembaga Penjamin Kualitas Pembelajaran( LPMP) dan Pusat Pengembangan serta Pemberdayaan Pendidik serta Tenaga Kependidikan( P4TK) bila pemerintah kekurangan tempat buat menampung penderita corona.

“[Lokasinya] di segala Indonesia sih, informasinya banyak sekali. Kan terdapat di tiap provinsi terdapat LPMP, setelah itu terdapat P4TK. Itu tersebar di segala Indonesia,” ucapnya kepada CNNIndonesia. com, Senin( 23/ 3).

Mulai minggu ini, kata Nizam, Kemendikbud telah menginstruksikan seluruh asrama dikosongkan serta disiapkan bagaikan bangunan karantina. Semacam mengoptimalkan jumlah tempat tidur, dengan kapasitas total paling tidak 18 ribu tempat tidur.

Tidak hanya itu, Kemendikbud pula mempersiapkan beberapa rumah sakit kepunyaan akademi besar negara supaya dapat melaksanakan pengecekan corona. Nizam mengaku telah terdapat 26 fakultas medis serta rumah sakit PTN yang disetujui oleh Departemen Kesehatan buat upaya ini. Ditambah 13 rumah sakit PTN yang disetujui jadi rumah sakit penindakan penderita positif corona.

Baca Juga : Mulai Besok Wisma Atlet Kemayoran Jadi RS Darurat Corona

Kuliah Daring

Sedangkan terpaut permasalahan metode belajar di rumah, Direktorat Jenderal Dikti mempersiapkan platform lewat web formal SPADA Kemdikbud. Langkah ini dicoba sebab grupnya mengaku belum seluruh akademi besar di Indonesia mampu melaksanakan perkuliahan daring.

” Misalnya[ada kampus] tidak memiliki learning media system, tidak memiliki koneksi serta sebagainya. Itu kita siapkan di tingkatan nasional lewat web,” ucapnya.

Lewat web tersebut, kampus dapat mengunduh materi perkuliahan yang nantinya dapat diakses kampus lain. Pula disertakan akses kepada materi pendidikan dari universitas di luar negara buat diakses secara free.

Nizam berkata grupnya pula berkoordinasi dengan beberapa provider supaya melepaskan bayaran kuota akses ke web tersebut. Perihal ini supaya mahasiswa ataupun kampus tidak terbebani bayaran sepanjang proses perkuliahan dicoba secara daring.

” Siapapun hendak free hendak leluasa pulsa,” tambahnya.

Beriringan dengan jumlah permasalahan positif corona yang terus meningkat di Indonesia, kampus di beberapa wilayah mulai memberlakukan perkuliahan di rumah. Kemendikbud mencatat paling tidak terdapat 832 akademi besar yang menyetop perkuliahan tatap muka.

Be the first to comment

Leave a Reply