Anak Diperkosa Ayah Kandung Untuk Menangkal Santet

Anak Diperkosa Ayah Kandung untuk Menangkal Santet- Polisi membekuk satu orang pria bernama Junaedi karena memperkosa anak kandungnya berinisial NK. Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Muharram Wibisono menjelaskan masalah itu diadukan oleh S yang disebut ibu korban sekaligus juga istri terduga.

Pada April 2017 lalu, S pisahlah ranjang dengan Junaedi. S selanjutnya tinggal bersama dengan korban NK di Babakan Binong, Curug, Tangerang. Sedang Junaedi tinggal di Kampung Onyam, Curug, Tangerang yang jadi tempat insiden masalah.

“Sesudah dua minggu pisahlah ranjang, selanjutnya terduga hadir ke rumah pelapor serta bawa korban untuk tinggal bersama dengan,” kata Muharram dalam infonya, Selasa (29/10).

Korban didapati tinggal bersama dengan terduga Junaedi sepanjang kira-kira dua tahun, mulai April 2017 sampai April 2019. Sesudahnya, korban kembali tinggal bersama dengan ibunya, S, tetapi tiap satu atau dua minggu bermalam di dalam rumah terduga Junaedi.

Dikatakan Muharram, pada 5 Oktober 2019, ibu korban berprasangka buruk karena NK tidak segera hadir bulan. Atas fundamen itu, ibu korban membawanya ke bidan untuk dicheck.

Hasil kontrol itu mengatakan jika korban hamil dengan umur kandungan 26 minggu atau enam bulan. Berdasar hasil kontrol itu, ibu korban lalu minta NK untuk bercerita insiden yang dirasakannya.

NK juga mengutarakan jika sepanjang dua tahun tinggal bersama dengan terduga, sering berlangsung persetubuhan di antara dianya dengan ayah kandungnya.

“Untuk waktunya korban tidak ingat, yang korban ingat insiden pertama serta paling akhir sebab telah sering dikerjakan persetubuhan,” sebut Muharram.

Dikatakan Muharram, insiden pertama berlangsung pada pertengahan tahun 2018 waktu korban masih duduk di kursi kelas 1 SMK. Waktu itu, terduga Junaedi berkelit jika akan ada santet atau teluh.

Pada NK, terduga menjelaskan jika untuk mencegah teluh, dapat dikerjakan dengan lakukan persetubuhan.

Insiden paling akhir berlangsung pada 21 September 2019. Kembali lagi terduga berkelit jika akan ada teluh, serta untuk menghindarinya dapat dikerjakan dengan lakukan persetubuhan.

Berdasar laporan dari ibu korban, kata Muharram faksinya lakukan penyidikan serta sukses tangkap Junaedi pada 10 Oktober 2019.

Muharram menyebutkan atas tindakannya terduga dijaring berkaitan masalah sangkaan tindak pidana persetubuhan pada anak dibawah usia Klausal 81 ayat 3 Undang-Undang 23 Tahun 2002 mengenai Perlindungan Anak.

 

#Tolakamsiong

Be the first to comment

Leave a Reply