65 Warga Jakarta Dihukum Kerja Sosial, Karena Langgar PSB

Tolakamsiong – Sebanyak 65 masyarakat sudah dihukum melaksanakan kerja sosial sebab melanggar ketentuan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar( PSBB) di DKI Jakarta. Kebanyakan dari mereka sebab tidak memakai masker dikala beraktifitas di luar rumah.

” Hingga kemarin jumlahnya 60 lebih ya, 65 orang, sama hari ini nambah lagi ini kayaknya,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja( Satpol) PP DKI Jakarta Arifin dikala dihubungi CNNIndonesia. com, Jumat( 15/ 5).

Arifin menarangkan pemberian sanksi sosial itu cocok dengan Peraturan Gubernur No 41 Tahun 2020 tentang Pengenaan Sanksi Terhadap Pelanggaran PSBB dalam Penindakan Covid- 19 di Jakarta.

Sanksi itu dikenakan untuk masyarakat yang tidak mengenakan masker dikala beraktifitas di luar rumah, tidak melindungi jarak raga, ataupun berkerumun lebih dari 5 orang.

Bagi Arifin, kebanyakan masyarakat yang melanggar ketentuan tidak menggunakan masker kala keluar rumah ataupun ke tempat universal. Tidak hanya itu, ada masyarakat yang masih berboncengan, tetapi tidak berasal dari alamat rumah yang sama.

Baca Juga : Cara Gunakan Video Call Line Hingga 200 Orang

Hingga dikala ini, kata Arifin, grupnya belum membagikan denda, namun masih sebatas sanksi sosial kepada para pelanggar ketentuan PSBB.

” Jika denda, yang tidak gunakan masker enggak kami berlakukan, mereka lebih kepada sanksi buat kerja sosial,” ucapnya,

Lebih lanjut, Arifin berkata grupnya senantiasa mengawasi masyarakat yang menempuh sanksi sosial. Masyarakat yang melanggar ketentuan PSBB tersebut harus mensterilkan sarana universal. Mereka juga hendak menggunakan rompi bercorak oranye dikala menempuh hukuman.

” Jika enggak sangat kotor, dapat bersih kurang dari sejam ya telah berakhir. Jika belum berakhir terusin,” ucapnya.

Tadinya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan Pergub No 41 Tahun 2020 tentang Pengenaan Sanksi Terhadap Pelanggaran PSBB dalam Penindakan Covid- 19 di Jakarta.

Penerbitan Pergub No 41/ 2020 itu bertujuan supaya warga lebih disiplin dalam melaksanakan aturan- aturan dalam PSBB. Langkah tegas ini guna menekan angka penyebaran virus corona di Bunda Kota.

PSBB di Jakarta sudah dilaksanakan 2 sesi. Sesi awal pada 10- 23 April, sedangkan sesi kedua dilangsungkan dari 23 April sampai 22 Mei 2020.

Tetapi, dari hasil penilaian Anies serta jajaran, pada penerapan PSBB sesi awal masih banyak masyarakat yang melanggar ketentuan dalam pembatasan sosial. Anies mengaku hendak tegas mempraktikkan sanksi pada PSBB kedua ini.